DPRD Kotim kecam pembantaian satwa dilindungi di kawasan perusahaan sawit

id DPRD Kotim,Rudianur ,DPRD Kotim kecam pembantaian satwa dilindungi di kawasan perusahaan sawit

Anak orangutan yang dievakuasi BKSDA dari warga Kotim yang menemukannya di hutan. (Foto BKSDA Sampit)

Sampit (Antaranews Kalteng) -  Ketua Komisi Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Rudianur meminta  perusahaan sawit yang ada di daerah itu untuk tidak memburu dan membunuh satwa dilindungi yang ada di sekitar perkebunan.

"Pihak perusahaan juga berkewajiban memberikan arahan serta peringatan kepada seluruh karyawan untuk tidak membunuh satwa dilindungi tersebut," katanya di Sampit, Jumat.

Dengan adanya peringatan keras dan ancaman diharapkan karyawan tidak melakukan perburuan satwa dilindungi yang ada di sekitar pekerbunan.

Rudinanur mengungkapkan, peran perusahaan sawit dalam menjaga satwa dilindungi dari perburuan sangat dibutuhkan agar binatang yang terancam punah seperti orangutan, uwak-uwak, beruang, trenggiling dan beberapa burung jenis lainnya tetap aman di habitatnya.

Dengan adanya peran pihak perusahaan sawit melarang karyawannya menangkap, memelihara terlebih membunuh diharapkan satwa dilindungi oleh undang-undang tersebut dapat terhindar dari kepunuhan.

Menurut Rudianur, hutan sebagai habitat satwa dilindungi seperti orangutan dan lainnya di Kotawaringin Timur sudah berkurang, akibat alih fungsi menjadi lahan perkebunan sawit.

Sebagai konsekwensinya perusahaan sawit harus dan wajib menyediakan hutan konservasi dan menjaga hutan yang tersisa, serta tidak memburu dan membunuh satwa tersebut.

"Saya harap pemerintah daerah melalui dinas teknis dan instansi terkait lainnya untuk memperketat pengawasan. Apabila ada pihak perusahaan sawit maupun karyawan yang memburu apalagi membunuh satwa dilindungi agar ditindak tegas, dan apabila perlu dicabut izinnya," katanya.

Dengan adanya tindakan yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera terhadap pelaku dan tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Rudianur juga mengecam adanya perburuan dan pembantaian satwa dilindungi di sejumlah daerah di Kalteng.

"Saya berharap pelaku maupun pihak perusahaan harus diberikan sanksi seberat-beratnya. Dan hal itu terjadi karena kurang adanya kepedulian dari pihak perusahaan, sehingga karyawan melakukan perburuan terhadap satwa dilindungi," tegasnya.

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar