Ternyata pertanian masih menjadi andalan perekonomian Kotim

id Ternyata pertanian masih menjadi andalan perekonomian Kotim,Kotawaringin Timur,Wakil bupati,Taufiq Mukri,Pertanian

Bupati H Supian Hadi membeli buah hasil kebun warga yang dijual saat bazar di Taman Kota Sampit, belum lama ini. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Sektor pertanian dalam arti luas, ternyata masih menjadi salah satu penopang perekonomian Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, sehingga mampu terus tumbuh, bahkan menjadi barometer pertumbuhan ekonomi di provinsi ini.

"Hingga tahun 2017, struktur ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur tetap ditopang oleh tiga sektor utama yaitu sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor dengan total pertumbuhan mencapai 7,99 persen," kata Wakil Bupati HM Taufiq Mukri di Sampit, Sabtu.

Sektor pertanian dalam arti luas mencakup pertanian tanaman pangan seperti padi, buah dan sayuran, serta perkebunan seperti kelapa sawit, karet dan lainnya. Semua masih menjadi andalan sebagian masyarakat dalam skala perorangan maupun perusahaan besar.

Kotawaringin Timur merupakan daerah dengan jumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit terbanyak dan terluas di Kalimantan Tengah. Meski saat ini harga sawit sedang lesu, namun sektor ini diakui tetap mampu berkontribusi.

Untuk sektor pertanian pangan, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produksi semua komoditas pertanian. Upaya yang dilakukan yaitu dengan perluasan areal tanam melalui cetak sawah baru, pemanfaatan teknologi pertanian dengan memberi bantuan peralatan produksi pertanian kepada petani, serta bantuan benih, pupuk dan pendampingan oleh penyuluh.

Peluang ekonomi pertanian panan diyakini masih terbuka lebar karena permintaan tinggi dan sebagian kebutuhan masih dipasok dari luar daerah. Peningkatan produksi pertanian diyakini akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sektor pengolahan dan perdagangan juga masih berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Ini tidak terlepas dari posisi strategis Kotawaringin Timur yang mudah diakses melalui semua moda transportasi, yaitu darat, sungai, laut dan udara.

Jika ketiga sektor utama tersebut terus tumbuh dengan rata-rata pertumbuhan 11,19 persen maka diperkirakan pertumbuhan ekonomi kabupaten Kotawaringin Timur pada akhir 2018 lalu mencapai 8,09 persen.

Sementara itu, struktur keuangan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga bagus. APBD tahun 2018 sebesar Rp1.773.799.257.775. Realisasi hingga 28 Desember 2018 lalu yaitu pendapatan daerah sebesar 98,14 persen, realisasi keuangan sebesar 84,79 persen dan realisasi fisik sebesar 89,22 persen.

"Sedangkan APBD murni tahun 2019 dipatok Rp1.933.598.586.269, terjadi peningkatan sebesar 1,09 persen dibandinh 2018. Kami harap realisasinya di akhir tahun jauh melampaui target," harap Taufiq.

Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar