Gagal tarik mobil, 'debt collector' tebas kepala penjual durian

id Gagal tarik mobil

Foto Ilustrasi

Tamiang Layang (Antaranews Kalteng) - Seorang pria berinisial AL alias Acut (36) yang mengaku "debt collector" atau penagih utang sebuah perusahaan pembiayaan, ditangkap polisi setelah membuat seorang penjual durian terluka parah akibat tebasan mandau di kepala lantaran kesal gagal menarik paksa mobil yang disewa korban.

"Iya ada. Saat ini (kasusnya) lagi ditangani," kata Kapolres Barito Timur AKBP Zulham Effendy melalui Kasat Reskrim AKP Andika Rama di Tamiang Layang, Kamis.

Penganiayaan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat korban bernama Mario (35) warga Gang Tudja Kelurahan Tamiang Layang sedang mengangkut durian yang hendak dijualnya.

Saat kejadian, korban bersama seorang rekannya bernama Junjung (34) dan seorang sopir bernama Mustapa (55) membawa durian dari Desa Ngurit Kecamatan Gunung Bintai Awai Kabupaten Barito Selatan, melintas di Jalan Achmad Yani arah Ampah menuju Tamiang Layang.

Mobil pikap yang digunakan untuk mengangkut durian tersebut disebutkan merupakan mobil yang disewa korban dari sebuah perusahaan pembiayaan. Belakangan ini korban diduga tidak lagi mampu secara rutin membayar biaya sewa kepada perusahaan tersebut karena usahanya kurang lancar.

Saat melintas di perumahan dinas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Barito Timur di Jalan Achmad Yani km 3,8 Tamiang Layang, korban dan rekan-rekannya dikagetkan oleh kemunculan pelaku. Pelaku yang merupakan warga warga Jalan Achmad Yani km 04 Tamiang Layang Kecamatan Dusun Timur itu mencegat mobil, kemudian mengajak korban ke rumahnya.

Saat itu pelaku yang mengaku sebagai kepala debt collector, menagih uang sewa mobil dari korban. Pelaku juga ingin menarik mobil pikap yang disewa korban karena besarnya tunggakan uang sewa.

Adu mulut terjadi ketika korban meminta penundaan karena hendak menjual buah duriannya di Pasar Temenggung Djaya Karti di Tamiang Layang. Perdebatan panas terjadi hingga akhirnya pelaku pergi ke arah belakang rumah dan beberapa saat kemudian langsung menebaskan senjata tajam jenis mandau berulang-ulang kepada korban.

Korban yang tidak menyangka akan mengalami kejadian  mengerikan itu  tak sempat  menghindar. Tebasan mandau pelaku membuat korban terluka di bagian kepala sebelah kiri dan atas, pergelangan tangan sebelah kiri dan lutut sebelah kanan.

Korban yang bersimbah darah langsung dilarikan ke RSUD Tamiang Layang. Akibatnya lukanya yang cukup parah, akhirnya harus dirujuk ke rumah sakit di Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendapatkan tindakan medis lebih intensif.

Kejadian itu juga dilaporkan ke polisi. Pelaku pun langsung ditangkap tanpa perlawanan dan kini mendekam di tahanan untuk menjalani proses hukum.

"Atas kejadian ini, kita masih lakukan pendalaman. Intinya masih kita dalami lah," demikian Andika Rama.

Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar