Semoga ayah kami tetap dalam lindungan Allah, kata Ali

id warga trinsing hilang,warga usia 80 tahun hilang,warga hilaang sudah sebulan,warga barito utara hilang

Hatrani alias Ganto (80) warga Desa Trinsing RT 06, Kecamatan Teweh Selatan. (Ist)

Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Seorang laki-laki bernama Hatrani alias Ganto berusia 80 tahun warga Desa Trinsing RT 06, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, tidak diketahui keberadaannya sudah sebulan ini.
    
"Sampai hari ini ayah saya tidak diketahui sudah dalam sebulan atau memasuki hari yang ke-30 belum tahu keberadaanya," kata Ali Mirhan, salah satu putra Ganto, di Muara Teweh, Sabtu. 
    
Menurut Ali, orang tuanya itu sudah tidak diketahui sejak 21 Desember 2018  sekitar pukul 17.45 WIB atau setelah Shalat Magrib ketika adik saya perempuan mau memberinya makan, dia tinggal serumah dengan adik perempuannya bernama Rusidah dan ipar serta anak-anak. Kondisi ayahnya sudah mulai pikun, namun masih bisa berjalan ke rumah tetangga terdekat.
    
Upaya pencarian dengan berbagai tujuan dengan mendatangi sejumlah tempat dan cara sudah dilakukan, namun hingga sekarang belum ada kabarnya.  
    
"Kami dan keluarga lainnya juga bingung kemana lagi mencari ayah, namun kami tetap bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT, semoga orang tua kami tetap dalam lindunganNya," kata Ali.
    
Dia menjelaskan upaya pencarian dengan menghubungi kerabat lainnya dan desa terdekat bahkan pencarian sudah dilakukan dari desa terdekat, seperti Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan dan Kandui, Kecamatan Gunung Timang serta sampai Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya.
    
"Pencarian juga sampai menyusuri Sungai Inu (anak Sungai Barito) yang merupakan batas wilayah Desa Bintang Ninggi dengan Desa Butong, namun tetap tak membuahkan hasil," kata Ali yang juga PNS pada Bidang Peternakan Dinas Pertanian Barito Utara ini.
    
Ali menjelaskan, untuk pencarian di Desa Trinsing dan sekitarnya dia sudah pesimistis, karena hampir semua semak dan hutan sudah dicari berulang-ulang namun juga tidak ada.
    
"Bahkan kalau ayahnya telah meninggal di semak-semak tentunya mengeluarkan bau, namun tidak mencium bau yang tidak sedap di sekitar desanya," kata dia.  
    
Pencarian laki-laki yang ditinggal istrinya karena meninggal dunia sejak dua tahun lalu dan memiliki anak empat orang, cucu 17 orang dan buyut enam orang ini, tetap dilakukan dirinya dan keluarga lainnya bahkan juga dengan bantuan orang pintar.
    
"Saat ini kami memperkirakan orang tua kami ini ada dua kemungkinan, yakni sudah jauh atau berada di kota lain dan bisa jadi disembunyikan 'orang halus'," kata dia lagi.
    
Ali mengatakan kehilangan orang tuanya ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat sehari setelah ayahnya tidak diketahui keberadaannya, dan dia meminta bantuan masyarakat apabila menemukan orang tuanya itu dengan ciri-ciri berbadan kurus kulit putih dengan tinggi sedang dan berjenggot putih tipis.
    
"Kami tetap mengharapkan ayah kami ditemukan dengan kondisi selamat," ujarnya.


 

Pewarta :
Editor: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar