Kritik keras pelatih Chelsea untuk timnya

id Pelatih chelsea,sarri,kritik pedas

Kritik keras pelatih Chelsea untuk timnya

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri. (Daily Express)

Jakarta (Antaranews Kalteng) - Maurizio Sarri melancarkan kritik keras terhadap mentalitas para pemain Chelsea asuhannya setelah dikalahkan Arsenal 0-2, ia menyebut pemainnya "sangat sulit untuk dimotivasi" dan kurang "ganas."

Dalam lanjutan Liga Premier Inggris pekan 23 di Emirates Stadium semalam, Chelsea dihajar Arsenal berkat gol Alexandre Lacazette dan Laurent Koscielny.

Kekalahan tersebut membuat Chelsea tidak beranjak dari urutan keempat di klasemen sementara Liga Primer Inggris, dan jarak mereka dengan tim di peringkat lima Arsenal dan enam Manchester United hanya menyisakan tiga poin.

Dalam konferensi pers pascapertandingan untuk pertama kalinya sejak tiba di Stamford Bridge enam bulan lalu, Sarri lebih memilih berbicara dengan bahasa Italia agar perasaannya tersampaikan lebih jelas.

“Saya harus bilang bahwa saya sangat marah, jelas sangat marah, karena kekalahan ini disebabkan oleh mentalitas kami, bukan yang lain," kata pelatih asal Italia itu yang dilansir The Guardian pada Minggu (20/01).

“Kami melawan tim yang punya mentalitas yang jauh lebih unggul dari kami, dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa saya terima."

“Kami juga melakukan kesalahan serupa di liga melawan Tottenham (kalah 1-3 di Wembley November lalu). Kami membahas kekalahan tersebut dan pendekatan kami waktu itu. Saya juga berbicara kepada para pemain, saya pikir kami sudah mengatasi masalah tersebut."

“Namun, tampaknya kami masih kurang memiliki determinasi dan ketangguhan mental."

"Jadi saya tidak senang sama sekali karena saya lebih memilih datang ke ruang ganti pemain untuk membicarakan soal taktik dan mengapa kita kalah dari sudut pandang strategi, tetapi yang terlihat jelas adalah para pemain ini sangat sulit untuk dimotivasi,” lanjutnya.

Saat ditanya apakah ia tetap menjadi orang yang tepat untuk memimpin perkembangan Chelsea, ia menambahkan: "Ya, tentu saja. Saya sangat sadar tim ini tidak akan pernah menjadi tim yang terkenal karena kualitas perjuangnya. Dari sudut pandang teknis, itu bukan karakteristik yang kita miliki." 

"Namun, yang kita butuhkan adalah tim yang mampu beradaptasi, tim yang mungkin menderita selama 10-15 menit selama pertandingan, tetapi kemudian memainkan gaya sepak bola kita sendiri," tegasnya.(KR-HSI)
 

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar