Kehadiran Buni Yani ditunggu kejaksaan

id buni yani,kejaksaan,eksekusi,pengunggah video ahok

Kehadiran Buni Yani ditunggu kejaksaan

Buni Yani (ANTARA News / Sella Panduarsa Gareta)

Depok, Jawa Barat (Antaranews Kalteng) - Kasie Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Abdul Muis Ali, menegaskan, mereka masih menunggu kedatangan terdakwa Buni Yani untuk hadir di Kejari Depok.

"Menurut pengacaranya, Buni Yani akan hadir pada hari ini secara kooperatif," kata Ali, di Kejari Depok, Jumat.

Ia menjelaskan, pengacara Buni Yani sudah menelepon ke Kepala Kejari Depok bahwa yang bersangkutan akan hadir pada hari ini Jumat (1/2) untuk mengikuti proses hukum selanjutnya.

Baca juga: Eksekusi Buni Yani dinantikan puluhan wartawan

Apakah Buni Yani akan ditahan, dias mengatakan, ini bukan bicara penahanan tapi melaksanakan putusan hukum yang telah inkrah.

"Kalau dia tak hadir maka akan dilakukan langkah-langkah hukum selanjutnya," katanya tanpa mau menjelaskan langkah hukum selanjutnya.

Sebelumnya Kejaksaan Negeri Depok, Jawa Barat, segera mengeksekusi Buni Yani, terdakwa kasus pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Proses ini sudah berjalan cukup lama. Kurang lebih lima hari yang lalu kami menerima salinan putusan perkara tersebut yang isi putusan tersebut menolak kasasi dari penasihat hukum terdakwa Buni Yani," kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sufari.

Baca juga: Buni Yani akui tak tahu akan dieksekusi ke lapas mana

Sufari menegaskan, mereka sudah menerima salinan putusan itu, maka sesuai dengan KUHAP harus segera dilaksanakan eksekusi tersebut.

Semua proses sudah dilakukan mulai dari pengadilan negeri, upaya banding hingga kasasi sudah dijalankan, sehingga tahapan dari perkara itu adalah eksekusi.

"Sesuai dengan KUHAP akan segera kita lakukan eksekusi," tegasnya.

Buni Yani divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung. Buni Yani dinyatakan bersalah melanggar Pasal 32 UU ITE.

Kasus yang menjerat Buni Yani bermula saat dia mengunggah potongan video Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ketika masih menjabat gubernur DKI.

MA menolak perbaikan kasasi dari Buni Yani dengan nomor berkas pengajuan perkara W11.U1/2226/HN.02.02/IV/2018 sejak 26 November 2018.

Baca juga: Jaksa Penuntut Umum Tolak Nota Pembelaan Buni Yani

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar