Retribusi parkir nihil, Pemkab Bartim sebut adanya kejanggalan

id Pasar,Ampah,Tamiang layang,Bartim,Barito timur,Retribusi,Sampah

Retribusi parkir nihil, Pemkab Bartim sebut adanya kejanggalan

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Bartim, Yuliantara (tengah) saat memimpin rapatĀ  pembenahan pasar baru-baru ini. (Antara Kalteng / Habibullah)

Tamiang Layang (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah, menemukan kejanggalan pada pelaporan retribusi parkir di Pasar Temenggung Djaya Karti Tamiang Layang.

Berdasarkan data yang disampaikan Badan Pendapatan Daerah Bartim, retribusi parkir di Pasar Beringin Ampah mencapai Rp16 juta per tahunnya, sedangkan retribusi di Pasar Temenggung Djaya Karti adalah nihil atau Rp0, kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Bartim, Yuliantara di Tamiang Layang, Kamis.

"Ada kejanggalan dalam retribusi parkir ini, kami lihat Pasar Temenggung Djaya Karti memiliki aktivitas pemungutan retribusi parkir, namun dalam laporannya nihil," katanya.

Masalah parkir ini akan segera pihaknya laporkan kepada Bupati Bartim untuk segera diselesaikan. Laporan tersebut akan dilengkapi penjelasan tentang pengelolaan parkir oleh Dinas Perhubungan setempat bekerjasama dengan pihak ketiga dan hasil retribusi yang dipungut.

"Pola ini akan kami usulkan untuk diubah, sehingga retribusi parkir nantinya diserahkan kepada UPTD Pasar atau pihak lainnya," jelasnya.

Sementara itu, pihaknya juga berjanji menyelesaikan masalah lainnya yang terjadi di Pasar Beringin Ampah. Masalah tersebut yakni tentang penanganan sampah di kawasan sekitar pasar.

Ada perubahan pola pengangkutan dari satu kali menjadi dua kali di tiap harinya, ini bertujuan agar sampah di pasar tersebut bisa terselesaikan.

Volume sampah di pasar ini rata-rata sebanyak 24 m3 per hari, terdiri dari 60 persen sampah rumah tangga dan 40 persen sampah pasar. Jika dijumlahkan dalam satu bulannya volume sampah mencapai 720 m3.

"Untuk itu kami akan sampaikan kepada kepala daerah, agar penambahan sarana dan prasarana angkutan sampah dapat segera dipenuhi," tutur Yuliantara.

Selama ini sejumlah upaya telah dilakukan untuk menyelesaikannya, namun keterbatasan personil dan armada menjadi kendala utama. Untuk itu diperlukan penambahan sarana dan prasarana penunjang yang benar-benar memadai.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar