Banjir di pedalaman Sungai Lahei meluas

id banjir suna lahei,banir sungai teweh,banjir sungai montallat,anak sungai barito,camat lahei,camat gunung timang,bupati barito utara nadalsyah

Halaman dan sekolah SDN 1 Karendan Kecamatan Lahei terendam banjir sehingga sekolah terpaksa di liburkan, Senin. (Jurnalisme warga)

Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Sejumlah desa di pedalaman Sungai Lahei (anak Sungai Barito) di wilayah Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara, Kalteng, terendam banjir akibat meluapnya sungai itu, terus meluas menyusul guyuran hujan dengan intensitas tinggi.
    
"Banjir memasuki hari kedua sudah merendam beberapa desa dengan ketinggian bervariasi 1 sampai 1,5 meter," kata Camat Lahei Rayadi dihubungi dari Muara Teweh, Senin.
    
Menurut dia, desa-desa yang berada di dataran rendah yang terendam banjir di pinggiran Sungai Lahei antara lain Desa Haragandang, Karendan, Muara Pari, Rahaden dan Bengahon.  
    
Sampai sore ini banjir terus mengalami kenaikan dan selain merendam jalan desa juga rumah warga juga terendam banjir yang paling parah terjadi di Desa Karendan dan Desa Muara Pari, bahkan peranginan atau tempat singgah kelotok  Desa Muara Pari sudah hampir tenggelam.
    
"Akibat banjir ini sejumlah sekolah terpaksa meliburkan muridnya karena halaman dan sekolah terendam banjir diantaranya SDN 1 Desa Karendan," katanya. 
   
Rayadi mengatakan rencananya Selasa besok Bupati Barito Utara H Nadalsyah dan rombongan memantau secara langsung keadaan banjir yang merendam sejumlah desa di pedalaman Sungai Lahei.
    
"Sampai saat ini kami masih belum tahu berapa nilai kerugian harta benda warga dan tidak ada korban jiwa," ujarnya.
    
Banjir yang melanda wilayah Barito Utara ini selain di pedalaman Sungai Lahei, juga terjadi di hulu Sungai Teweh dan Sungai Montallat ketiganya merupakan anak Sungai Barito. 
    
Camat Gunung Timang, Syahmiludin A Surapati mengakui sejumlah desa di daerah juga terendam banjir sejak Senin (11/2) pagi hingga sore ini yang berada di hulu Sungai Montallat dengan ketinggian banjir sekitar 1 meter diantaranya Desa Kandui, Majangkan, Jaman, Pelari, Sangkorang dan Tongka, sedangkan di wilayah hilir sungai yakni Majangkan, baliti, Walur, Ketapang, Rarawa dan Malungai.
    
"Banjir di daerah ini sudah menganggu transportasi warga yang melintasi sejumlah jalan desa untuk akses keluar," kata Syahmiludin.
    
Sementara banjir di Sungai Teweh juga merendam sejak Minggu sore kawasan penduduk di Desa Benangin I, Benangin II dan Benangin V.
    
"Sejumlah rumah warga sudah banyak terendam banjir dan telah menganggu aktivitas masyarakat," kata Tole warga Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur.   
 

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar