Minimnya kompetensi, sebabkan tenaga kerja lokal kalah bersaing

id sekda,fahrizal fitri,kalteng,kalimantan tengah,kompetensi,tenaga kerja,lokal,tenaga kerja asing,sdm,sumber daya manusia,pelatihan,balai latiha kerja,l

Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri (Foto Antara Kalteng / Muhammad Arif Hidayat)

Tingkat pendidikan yang ada dalam angkatan kerja di Kalteng masih cukup rendah, kebanyakan dari mereka masih mengisi jajaran manajemen menengah ke bawah
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri menyoroti banyaknya tenaga kerja lokal yang masih kalah bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah.

"Tingkat pendidikan yang ada dalam angkatan kerja di Kalteng masih cukup rendah, kebanyakan dari mereka masih mengisi jajaran manajemen menengah ke bawah," katanya saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian se-Kalteng tahun 2019 di Palangka Raya, Senin.

Untuk itu dibutuhkan inovasi serta terobosan baru melalui program kegiatan yang berpihak pada tenaga kerja lokal. Menurutnya, perlu dilakukan peningkatan terhadap kualitas sumber daya masyarakat Kalteng saat ini.

Pelatihan-pelatihan kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja pada bidang-bidang strategis. Seperti bidang perkebunan, pertambangan, pertanian dan lainnya.

Berdasarkan penilaian Kementerian Ketenagakerjaan RI, indeks pembangunan ketenagakerjaan (IPK) di Kalteng pada tahun 2016-2018 cenderung meningkat. IPK Kalteng tahun 2016 sebesar 59,40, tahun 2017 sebesar 63,48 dan tahun 2018 sebesar 66,68.

"Capaian ini berkat kerjasama antara semua instansi terkait, mulai dari Disnakertrans di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang mampu melaksanakan komunikasi, sinergitas dan informasi yang baik dengan lintas sektor," terangnya kepada awak media.

Meskipun IPK cendrung meningkat, namun pemprov menginginkan Disnakertrans provinsi maupun kabupaten/kota, menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan membangun hubungan industrial yang harmonis.

Fahrizal menyebut, perlu pengembangan potensi sumber daya lokal hingga tingkat desa, guna mendorong ekonomi kreatif dan produktif sekaligus perluasan kesempatan kerja.

Makanya balai latihan kerja dan lembaga latihan kerja harus dikembangkan secara maksimal untuk merespon dinamika yang berkembang saat ini.

"Selain itu Disnakertrans wajib memerhatikan perusahaan-perusahaan pengguna tenaga kerja asing dan memastikan penggunaannya sesuai aturan yang berlaku," papar Fahrizal.

Sementara itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kalteng pada Agustus 2018 mencapai 54.397 orang atau 4,01 persen.

Kondisi tersebut merupakan tantangan bagi aparatur yang menangani bidang ketenagakerjaan, untuk melakukan inovasi atau terobosan guna mengatasi tingginya angka pengangguran di Kalteng.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar