Pelatih PSG berpikir keras pilih pemain lawan MU

id pelatih psg, Paris Saint-Germain,Thomas Tuchel

Pelatih PSG Thomas Tuchel berbicara dengan Edinson Cavani setelah menang 1-0 atas Bordeaux pada 9 Februari 2019.(REUTERS/GONZALO FUENTES)

Jakarta (Antaranews Kalteng) - Pelatih Paris Saint-Germain Thomas Tuchel akan berpikir keras saat ia memilih sebelas pemain starter untuk pertandingan leg pertama 16 besar Liga Champions melawan Manchester United (MU) pada Selasa dini hari pukul 03.00 WIB.

United mendapatkan keuntungan oleh krisis cedera PSG baru-baru ini saat mereka terus melanjutkan performa positif sejak kedatangan Ole Gunnar Solskjaer dan pemecatan Jose Mourinho tujuh pekan lalu.

"Kami tidak mempunyai Neymar kedua atau (Edinson) Cavani kedua dalam hal ini," keluh Tuchel yang dilansir Marca pada Senin (12/02).

Tidak hanya kehilangan dua pemain penting tersebut, PSG juga akan tidak akan diperkuat Thomas Meunier yang cedera saat melawan Bordeaux.

Gelandang Adrien Rabiot juga sudah dipastikan tidak bermain karena dihukum berlatih dengan skuat cadangan setelah menolak menandatangani kontrak baru dengan PSG.

Gelandang veteran Lassana Diarra tidak akan bermain dalam laga itu dengan klub berharap bahwa ia akan memutus kontraknya dan pindah dari PSG.

Satu-satunya kabar baik adalah kembalinya Marco Verratti, yang pulih melawan Bordeaux setelah awalnya diragukan tampil.

Masih belum jelas siapa yang akan diturunkan PSG melawan United, bahkan posisi penjaga gawang masih belum ditetapkan, meski diyakini Gianluigi Buffon memiliki peluang yang sedikit lebih baik untuk tampil dibandingkan rekan setimnya, Alphonse Areola.

Thiago Silva, Juan Bernat, Marquinhos, Verratti, Angel Di Maria, Julian Draxler, Kylian Mbappe dan Dani Alves yang baru saja pulih diharapkan akan bermain.

Berikut kemungkinan formasi yang dapat digunakkan PSG:

Formasi 4-4-2 atau 4-2-2-2.
Tetap memainkan formasi normal baik 4-4-2 atau 4-2-2-2, Tuchel harus menyesuaikan diri dengan dua full-back Dani Alves dan Juan Bernat.

Selain itu, ia harus membuat keputusan antara memilih untuk memasangkan Marquinhos dengan Thiago Silva sebagai bek tengah atau bermain bersama Verratti di lini tengah seperti yang telah ia lakukan pada beberapa kesempatan musim ini.

Di Maria dan Draxler kemungkinan besar akan tampil di sayap, dengan Mbappe dan Eric Maxim Choupo-Moting berada di lini depan.

Mantan pemain Stoke City tersebut hanya berhasil mencetak satu gol dalam 685 menit di semua kompetisi, sehingga diragukan Tuchel akan mengambil risiko dalam pertandingan tingkat tinggi seperti ini.

Kembali ke 4-3-3.
Tuchel dapat kembali ke formasi 4-3-3, pelatih asal Jerman tersebut memulai musim dengan meneruskan formasi 4-3-3 dari pelatih sebelumnya Unai Emery.

Namun, itu akan sulit dilakukan mengingat tidak adanya Neymar dan Cavani, yang membuat mereka kekurangan daya gedor.

Agar dapat menggunakan formasi ini, Kimpembe akan bermain bersama Thiago Silva di jantung pertahanan PSG, Marquinhos didorong sebagai gelandang bertahan dengan Verratti dan Paredes bermain tepat di depannya. Tiga pemain depan akan diisi oleh Draxler, Di Maria dan Mbappe.

Formasi 3-5-2-1.
Tuchel juga dapat menggunakan salah satu formasi favoritnya, 3-4-1-2 atau variasi 3-5-2. Formasi ini akan meninggalkan Tuchel dengan sedikit opsi karena ia akan dipaksa untuk memainkan Choupo-Moting sejak awal.

Dani Alves dan Bernat akan dimainkan sebagai bek sayap. Keraguan muncul apakah Marquinhos akan diturunkan bersama Thiago Silva dan Kimpembe atau apakah ia akan menjadi gelandang bertahan untuk mengawal tiga bek tengah.

Bila demikian, Kehrer kemungkinan diturunkan dan Paredes akan dicadangkan. Di Maria dan Draxler akan ditempatkan sebagai gelandang serang dengan bertugas membuka pertahanan United dan memanfaatkan kecepatan Mbappe.(Sumber Marca.com)
 

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar