Bulog diminta jaga kestabilan harga pangan di daerah

id Bulog diminta jaga kestabilan harga pangan di daerah,Komisi VI,DPR,Hamdhani,Kalteng,Sampit,Bulog

Anggota Komisi VI DPR RI Hamdhani saat kunjungan kerja di Sampit, Selasa (12/2/2019). (Foto Antara Kalteng/Nprjani)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Anggota Komisi VI DPR RI Hamdhani meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) berusaha maksimal untuk selalu menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan, khususnya di daerah karena menyangkut hajat hidup masyarakat.

"Sekarang ini Bulog tidak hanya mengurus soal beras, tetapi cakupannya lebih luas dalam hal pangan. Sebagai mitra kerja, kami selalu mengawasi kinerja Bulog dan mendorong agar mereka mampu memenuhi harapan masyarakat dalam hal pangan," kata Hamdhani di Sampit, Selasa.

Saat kunjungan kerja di Sampit, Hamdhani berkunjung ke sejumlah tempat yaitu Pusat Perbelanjaan Mentaya, Pasar Ikan Mentaya, Pasar Rakyat Mentaya, Bulog Sub Divisi Regional Sampit dan Pertamina. Banyak informasi yang didapatnya, termasuk aspirasi masyarakat yang nantinya akan dibawa sebagai bahan saat rapat di DPR.

Saat berkunjung ke kantor Bulog di Sampit, Hamdhani berdialog dan diajak melihat ruang pendingin (cool storage) yang belum lama ini dibuat di kantor Bulog Sampit. Ruang pendingin itu untuk menyimpan daging beku kerbau impor dengan kapasitas tujuh hingga delapan ton.

Hamdhani mengapresiasi terobosan yang dilakukan Bulog menjaga kestabilan harga daging. Saat ini permintaan daging beku terus meningkat karena masyarakat sudah banyak mengetahui bahwa kualitas daging beku bagus dan harganya jauh lebih murah.

"Itu untuk menjaga agar harga daging tetap stabil. Bulog menjual daging beku dengan harga hanya Rp80.000, sedangkan harga di pasar jauh lebih mahal, yaitu Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram," kata Hamdhani.

Dalam hal ketersediaan beras, Bulog diingatkan untuk selalu memantau stok dan harga beras di pasaran. Dengan begitu, Bulog dapat memperkirakan jumlah beras yang harus ada di gudang mereka sebagai cadangan.

Bulog diminta menyerap secara optimal gabah hasil panen petani lokal agar harga tidak sampai dipermainkan tengkulak. Saat ini di Kotawaringin Timur terdapat sentra beras yaitu di kawasan Selatan yang meliputi Kecamatan Teluk Sampit dan Mentaya Hilir Selatan, khususnya di Desa Lempuyang.

Namun fakta yang terjadi memang terkadang harga gabah di pasaran jauh lebih tinggi dibanding harga pembelian yang ditetapkan pemerintah sehingga petani lebih memilih menjual ke pasar karena lebih menguntungkan dibanding menjual kepada Bulog. Kondisi itu tidak boleh membuat Bulog lantas abai karena tugas Bulog adalah menjaga ketersediaan pangan dan kestabilan harga pangan.

Hamdhani juga memantau realisasi penyaluran rastra atau beras untuk keluarga sejahtera. Dia mengingatkan agar Bulog menyalurkan rastra sesuai aturan dan tidak melakukan pungutan kepada masyarakat.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar