Air kiriman Kabupaten Gumas sebabkan Palangka Raya rawan banjir

id Banjir,Palangka raya,Gunung mas,Gumas,Luapan,Sungai,Kiriman,Pahandut,Jekan raya,Kalteng,Kalimantan tengah,Polres,Polres palangka

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar (Foto Antara Kalteng / Adi Wibowo)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Akibat air kiriman sungai yang berada di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah, sejumlah daerah di Kota Palangka Raya berpotensi alami banjir.

"Kami melakukan pemetaan sejumlah lokasi yang berpotensi banjir berdasarkan data yang ada pada tahun lalu," kata Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar, Selasa.

Lokasi rawan banjir tersebut, meliputi Kelurahan Tumbang Rungan dan Pahandut Seberang Kecamatan Pahandut, Kelurahan Kereng Bengkirai Kecamatan Sebangau, Kelurahan Petuk Ketimpun Kecamatan Jekan Raya serta Kelurahan Tumbang Tahai Kecamatan Bukit Batu.

Ia menjelaskan, pemetaan wilayah rawan banjir dilakukan sebagai langkah antisipasi dini. Jika nantinya benar terjadi, maka langkah penanggulangan dapat dilakukan secara terorganisir.

Pihaknya beserta polsek yang ada di wilayah setempat, juga menyiapkan sejumlah peralatan untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

"Peralatan yang kami sediakan, meliputi perahu karet serta sarana dan prasarana untuk membantu mengevakuasi masyarakat yang rumahnya terkena banjir," jelasnya.

Informasi yang pihaknya terima, debit air sungai di Kelurahan Tumbang Rungan sudah naik satu meter. Sementara di lokasi lainnya, kenaikan terjadi antara 30-50 sentimeter.

Ia mengimbau, masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dapat meningkatkan kewaspadaan diri, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa mereka saat air sungai meluap.

"Selama 1x24 jam, anggota kami terus memonitor perkembangan debit air di seluruh kecamatan yang ada di Palangka Raya," papar Timbul.

Apabila air sungai meluap, tentunya Polres Palangka Raya akan memerintahkan anggotanya untuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir tahunan tersebut.

Pewarta :
Editor: Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar