Guru olahraga minta Pemkab Barito Utara alokasikan dana O2SN kecamatan

id guru olahraga barito utara,dinas pendidikan barito utara,o2sn barut,skj 2018,k-13,Sidak

Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara H Masdulhaq foto bersama KKG Guru Olahraga di SDN Melayu 7 Muara Teweh, Sabtu. (Foto Dinas Pedidikan Barito Utara)

Muara Teweh (Antaranews Kalteng)-Kelompok  kerja guru olahraga  atau pendidikan jasmani dan kesehatan di Kabupaten Barito utara, Kalimantan Tengah, mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk dapat mengalokasikan dana  kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) untuk setiap kecamatan.

"Melalui dana ini sehingga setiap ada kegiatan lomba O2SN tingkat kabupaten, setiap seolah-sekolah di kecamatan tidak kebingungan mencari dana untuk pembinaan dan transportasi guna mengikuti kegiatan itu," kata  Mujiburrahman salah guru olahraga SDN Muara Teweh pada rapat KKG Olahraga se Barito Utara di Muara Teweh, Sabtu.
    
Dalam rapat yang dipusatkan di SDN Melayu 7 Muara Teweh ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara H Masdulhaq dan dihadiri sejumlah pejabat dinas setempat sekaligus sosialisasi SIM PKB (sim guru pembelajaran) untuk guru olahraga tersebut.
    
Menurut Mujib panggilan akrabnya, KKG olahraga juga menginginkan agar dinas pendidikan setempat dapat melibatkan guru olahraga dan dua orang murid untuk kursus atau pelatihan khusus senam kesegaran jasmani (SKJ) 2018.
    
"Sehingga semua sekolah khususnya tingkat SD sama dalam melaksanakan SKJ se-Kabupaten Barito Utara," katanya.
    
Menanggai hal itu Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Masdulhaq mengakui sangat merespon usulan para guru olahraga diantaranya dana untuk kegiatan O2SN dan SKJ 2018.
    
"Selama ini memang dana yang sudah dialokasikan hanya untuk kegiatan O2SN tingkat kabupaten, sedangkan kegiatan untuk kecamatan masih belum ada, namun akan kami perjuangkan untuk masuk dalam anggaran 2020 mendatang," kata Masdulhaq.
    
Terkait latihan SKJ, kata dia, pihaknya sangat  setuju dilakukan latihan SKJ setiap hari Jumat pada awal Maret 2019 setelah senam pagi yang dilakukan pegawai Dinas Pendidikan setempat.
    
"Untuk latihan senam saya tanggapi langsung dan mulai awal Maret nanti sudah direalisasikan dengan instruktur yang telah ditetapkan," kata dia.
    
Selain menghadiri kegiatan bersama guru olahraga, Masdulhaq juga melakukan inspeksi mendadak ke tiga sekolah TK Negeri dan satu TK Swasta yang didampingi Kabid Pembinaan dan Ketenagaan Suprayetno dan Kabid PAUD dan Pendidikan non Formal  Abdul Wahid SIP serta Sunarty Kasi Pembinaan PTK Paud.
    
Tujuan dilaksanakannya sidak ini adalah untuk mengetahui sudah sejauh mana tingkat pembelajaran Kurikulum 13 di tingkat TK, dan  tingkat kedisiplinan guru PAUD/TK baik yang berstatus PNS maupun Honorer.  
    
"Dilaksanakannya sidak ke TK ini juga mengingat lembaga TK Negeri/Swasta belum pernah dilakukan sidak dan sekaligus pembinaan," kata Masdulhaq. 
    
Ia menjelaskan, dari hasil sidak dilapangan sekolah TK tersebut pada umumya tingkat keaktifan mengajar guru cukup tinggi, hanya ada satu  TK Negeri bahkan posisinya di pusat Kota Muara Teweh justru kurang aktif, hal ini didapati setelah Kadisdik mengecek daftar hadir guru/ absensi mereka. 
    
Dijumpai baik yang PNS maupun swasta  ada yang tidak memaraf absen dengan  alasan izin, tapi anehnya surat izin yang bersangkutan tidak terlampir pada abensi mereka.Sedangkan kalau merujuk pada PP Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin, bahwa izin hanya diberikan dalam waktu 3 hari. 
    
"Sementara izin lisan yang kami temukan lebih dari 3 hari kerja. Saya minta para guru baik PNS maupun honor untuk meningkatkan disiplin mengajar," tegas Masdulhaq.

 

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar