Pemkab Sukamara batasi penggunaan kantong plastik

id Pemerintah kabupaten sukamara,Ahmadi ah,Pengurangan penggunaan kantong plastik,Tas ramah lingkungan,Sampah plastik,Bank sampah,Gerakan Indonesia Bersi

Wakil Bupati Sukamara, Ahmadi AH saat menyerahkan tas ramah lingkungan kepada generasi muda yang diharapkan menjadi agen perubahan dan mengampanyekan Gerakan Indonesia Bersih, Sukamara, Rabu, (27/2/2019). (Foto Antara Kalteng / Gusti Jainal)

...bisa terbuat dari apa saja yang tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan...
Sukamara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah, akan membuat kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik di wilayahnya, khususnya di toko, warung maupun pasar tradisional dan modern.

"Kami telah instruksikan Dinas Lingkungan Hidup, untuk menyusun regulasi pembatasan penggunaan kantong plastik," kata Wakil Bupati Sukamara, Ahmadi AH di Sukamara, Rabu (27/2).

Sebagai langkah awal untuk menegaskan hal itu, pihaknya telah mendeklarasikan penyetopan penggunaan kantong plastik dan beralih menggunakan tas ramah lingkungan.

Deklarasi tersebut, diharapkan memotivasi semua pihak untuk berperan aktif mengurangi penggunaan barang berbahan plastik.

Ahmadi menjelaskan, masyarakat diminta mulai menggunakan tas ramah lingkungan saat berbelanja, sehingga tidak lagi berharap disediakannya kantong plastik oleh penjual.

"Tas ramah lingkungan itu, bisa terbuat dari apa saja yang tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, misalnya tas olahan kerajinan rumah tangga yang terbuat dari rotan," jelasnya.

Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang sampah terbanyak di dunia, termasuk sampah plastik yang sulit terurai. Untuk itu pihaknya ingin masyarakat Sukamara berpartisipasi secara aktif menanggulangi kondisi tersebut.

Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kesadarannya, untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.

"Setiap sampah yang dibuang harus dipisah dan disesuaikan dengan jenisnya. Kemudian untuk sampah yang bisa dimanfaatkan kembali bisa dikumpulkan di bank sampah atau tempat pengolahan sampah terdekat," tutur Ahmadi.

Generasi muda pun diminta menjadi agen perubahan untuk lingkungannya masing-masing dan mengampanyekan Gerakan Indonesia Bersih kepada masyarakat.

Pewarta :
Editor: Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar