Kalteng masih tergantung dua provinsi ini terkait kebutuhan bawang dan cabai

id pemerintah provinsi kalimantan tengah,dinas perdagangan dan perindustrian,bawang merah,cabai,jawa,sulawesi,ayam potong,kalimantan selatan

Ilustrasi - Pedagang bawang merah. (Foto Istimewa)

Kami harus akui, Kalteng belum mampu memenuhi kebutuhan itu secara mandiri
Kalimantan Tengah (ANTARA) - Kalimantan Tengah masih bergantung dengan daerah lain seperti Jawa maupun Sulawesi, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap bawang merah dan cabai di setiap harinya.

"Kami harus akui, Kalteng belum mampu memenuhi kebutuhan itu secara mandiri," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng, Jenta di Palangka Raya, Senin.

Bahkan jika dipresentasekan, jumlah bawang merah dan cabai yang didatangkan dari luar jauh lebih banyak dibandingkan jumlah yang mampu disediakan oleh daerah. Perbandingannya yakni 80:20, sebanyak 80 persen berasal dari luar daerah dan hanya 20 persen produksi mandiri.

Berdasarkan informasi dari instansi terkait, kebutuhan bawang merah di Kalteng yaitu enam hingga delapan ton per harinya, sementara cabai yakni sebanyak empat hingga enam kwintal per harinya. Jumlah kebutuhan tersebut selalu berubah menyesuaikan kondisi pasar maupun kebutuhan masyarakat.

Jenta menyebut, petani di Kalteng sebenarnya banyak yang mulai mengembangkan dua jenis tanaman ini, hanya saja hasilnya belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Apalagi tidak semua hasil panen dijual ke pasar, sebab sebagian sengaja disisihkan sebagai bibit untuk ditanam kembali.

"Melalui dana yang bersumber dari APBD maupun APBN, pemerintah provinsi sebenarnya terus memberikan bantuan bibit bawang merah serta cabai," ungkapnya kepada Antara Kalteng.

Secara bertahap pemprov berupaya memperluas lahan pertanian bawang merah dan cabai di Kalteng. Hanya saja, meskipun nantinya luasan lahan keduanya sudah memadai, hal itu bukanlah jaminan tidak terjadinya inflasi di daerah.

Ia mencontohkan sejumlah daerah di Jawa, meski luasan lahan dan hasil produksi dua tanaman ini cukup banyak, inflasi tetap saja terjadi. Hal itu dikarenakan adanya kebijakan pasar bebas, sehingga perdagangan dapat dilakukan dimana saja, baik di dalam maupun luar daerah.

"Kami tidak boleh membatasi ruang gerak mereka dalam kegiatan jual beli. Penjualan hasil panen yang dilakukan di dalam maupun luar daerah, semua ditentukan secara mutlak oleh pemiliknya," tegas Jenta.

Selain bawang merah dan cabai, Kalteng juga secara rutin mendatangkan komoditas lainnya guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satunya, seperti kebutuhan ayam potong yang kebanyakan berasal dari Kalimantan Selatan.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar