Generasi milenial harus paham politik, kata Bupati Sukamara

id pemerintah kabupaten sukamara,windu subagio,generasi milenial,generasi muda,pemilih pemula,pemilu serentak 2019,pemilu legislatif,pemilu presiden,info

Bupati Sukamara, Windu Subagio (tengah) saat membuka pertemuan dan penyuluhan peningkatan peran serta generasi muda desa/kelurahan dan hak politik dalam ketahanan masyarakat tahun 2019, Sukamara, Rabu, (6/3/2019). (Foto Antara Kalteng/Gusti Jainal)

Semua tindakan yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan harus dicegah dan diberantas
Sukamara (ANTARA) - Bupati Sukamara Kalimantan Tengah, Windu Subagio menginginkan generasi muda atau yang akrab disapa generasi milenial, meningkatkan pengetahuannya tentang politik yang ada di negeri ini.

"Mereka harus belajar memahami dan mengetahui apa saja yang diperbolehkan hingga yang dilarang dalam politik," katanya di Sukamara, Rabu.

Hal ini diperlukan, mengingat sebagian besar dari mereka telah memiliki hak pilih dan masuk dalam kategori pemilih pemula. Untuk itu generasi muda harus banyak belajar tentang politik, agar hak pilihnya dapat tersalurkan dengan baik.

Windu menyebut, generasi muda harus bisa menjadi pemilih cerdas dengan melihat visi, misi maupun program yang diusung calon legislatif maupun presiden pada pemilu serentak tahun 2019.

"Jika mereka bisa melakukannya, saya yakin calon yang dipilih pun merupakan orang yang berkualitas dan benar-benar layak menerima amanah dari rakyat," paparnya.

Selain itu, ia mengajak generasi muda membantu pencegahan serta penanggulangan informasi palsu atau hoaks yang kian marak beredar. Hoaks sangat berbahaya, sebab dapat mengancam stabilitas dan kondusifitas keamanan daerah bahkan nasional.

Sebagai warga negara yang baik, ia juga menginginkan semua pihak menolak politik uang yang dilakukan oknum tertentu, bahkan segera melaporkan pelanggaran tersebut kepada pihak yang berwenang menanganinya. Selain politik uang, penyebaran isu negatif dengan memanfaatkan suku, agama, ras dan antar golongan juga harus dihentikan.

"Semua tindakan yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan harus dicegah dan diberantas," tegas Windu.

Ia menjelaskan, pendidikan politik berguna untuk membuka wawasan pemilih khususnya generasi muda tentang berbagai isu pemilu seperti dalam pemerintahan maupun peranan media sosial.

Selain itu juga berguna untuk mengetahui proses maupun pelanggaran pemilu, serta sadar akan hak dan kewajiban sehingga dapat ikut serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam setiap proses pembangunan.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar