Warga Bartim diminta jangan mudah terprovokasi isu SARA di medsos

id kabupaten barito timur,bartim,bupati bartim,Ampera AY Mebas,media sosial,medsos

Bupati Barito Timur sekaligus Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Barito Timur Ampera AY Mebas memberikan keterangan kepada wartawan di Tamiang Layang, Kamis (14/3/2019). (Foto Antara Kalteng/Habibullah)

Tamiang Layang (ANTARA) - Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Ampera AY Mebas meminta warga setempat jangan mudah terprovokasi, terhasut dan teradu domba dengan isu Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) yang sering beredar di media sosial.

Mengenai adanya salah satu akun yang menyinggung-nyinggu suku Dayak, telah dilaporkan ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalteng, kata Ampera yang juga Bupati Barito Timur di Tamiang Layang, Kamis.

"Jadi, kita serahkan dan percayakan semuanya kepada aparat penegak hukum. Kita ebih baik fokus dalam menjaga kondusifitas wilayah yang kini telah aman dan damai dalam Bhineka Tunggal Ika," ucapnya.

Menurut dia Media memang kerap digunakan orang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan indivasi hoax yang dapat menimbulkan perpecahan, terutama saat Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). 

Untuk itu masyarakat diminta berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jika menggunakan media sosial, harap digunakan seperlunya sebagai kwbutuhan informasi dan komunikasi biasa saja.

Baca juga: Bupati Bartim tegaskan, sebelum berbagi berita cek dan ricek dulu kebenarannya

Baca juga: Amankan kotak suara, seorang anggota polisi tertembak di Bartim

"Pemerintah saat ini terus secara aktif menghimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh hoax. Apalagi adu domba dengan menggunakan isu SARA," kata Ampera.

Dia pun meminta semua lembaga-lembaga dan organisasi masyarakat keagamaan yang ada di Kabupaten Barito Timur untuk menyampaikan, mengumumkan dan mensosialisasikan kepada masyarakatnya agar tidak terprovokasi isu SARA.

Pria kelahiran 3 Agustus 1967 itu meminta masyarakat fokus pada menjaga keamanan dan kondusifitas keamanan di masyarakat saat proses Pileg dan Pilpres saat ini. 

Dari penanganan kasus provokasi di media sosial yang ditangani Polres Barito Timur, ada empat kasus dugaan melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) berujung pada pembinaan.

Pembinaan dilakukan karena usia pelaku di bawah umur dan ada yang mengalami gangguan kejiwaan.

Baca juga: Pemprov diminta serius tangani jalan rusak di Bartim

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar