Selesaikan tunggakan, Kotim cetak 15.900 KTP di PNRI

id Selesaikan tunggakan, Kotim cetak 15.900 KTP di PNRI,Disdukcapil,Kotim,Agus Tripurna Tangkasiang,Sampit,KTP

Selesaikan tunggakan, Kotim cetak 15.900 KTP di PNRI

Seorang warga sedang menjalani perekaman data diri di kantor Disdukcapil Kotim, Kamis (14/3/2019). (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, memutuskan mencetak 15.900 kartu tanda penduduk (KTP) elektronik yang merupakan "tunggakan" sisa perekaman data sejak tahun 2016 hingga awal 2019.

"Saat saya ditugaskan di sini Oktober 2018 lalu, sudah ada sekitar 18.000 KTP yang belum dicetak, sekarang tersisa 15.900 KTP. Untuk menuntaskan itu, kami putuskan untuk mencetak di PNRI (Percetakan Negara Republik Indonesia) menggunakan dana DAK nonfisik," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotawaringin Timur, Agus Tripurna Tangkasiang di Sampit, Kamis.

Agus menjelaskan, data 15.900 warga yang akan dicetak KTP elektroniknya tersebut sudah diserahkan ke PNRI. Informasinya kemarin sudah masuk antrean dan diharapkan segera dicetak.

Untuk menuntaskan "tunggakan" pencetakan KTP elektronik itu, menurut Agus, akan membutuhkan waktu cukup lama jika hanya mengandalkan mesin yang dimiliki Disdukcapil Kotawaringin Timur, padahal ada target waktu yang harus dipenuhi. Saat ini mesin yang bisa digunakan hanya dua unit dengan kemampuan cetak masing-masing 350 lembar KTP per hari.

Selain itu, saat ini pencetakan KTP elektronik di Disdukcapil Kotawaringin Timur terhenti sementara. Meski blangko kosong KTP masih tersedia 3.000 lembar, namun tinta dan film untuk proses pencetakannya habis sehingga harus menunggu kiriman dari rekanan di Jakarta karena pemesanannya hanya bisa dilakukan melalui sistem e-katalog.

Baca juga: Pemkab Kotim kerahkan kades data warga belum miliki KTP elektronik

Untuk mencetak KTP elektronik di PNRI dikenakan biaya Rp4.200 perlembar. Agus bersyukur karena pembiayaannya bisa dilakukan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) nonfisik sehingga bisa menggunakan anggaran yang tersedia.

"Insya Allah awal April KTP itu sudah bisa diambil di kantor kami atau kami distribusikan ke kecamatan-kecamatan. Saya berharap tidak sampai ada lagi yang seperti ini (tunggakan) karena KTP sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Agus.

Agus menegaskan, pihaknya terus meningkatkan kinerja pelayanan administrasi kependudukan. Saat jam kerja, pihaknya bahkan tidak memberlakukan jam istirahat, tetapi mengatur jadwal jaga petugas agar masyarakat yang datang dari jauh tidak harus bolak-balik.

Sementara itu, jumlah penduduk Kotawaringin Timur hingga Desember 2018 lalu sebanyak 411.852 jiwa yang terhimpum dalam 120.052 kepala keluarga. Jumlah tersebut terdiri dari 212.418 orang laki-laki dan 198.434 orang perempuan.

Jumlah penduduk yang datang ke Kotawaringin Timur selama 2018 hingga Februari 2019 sebanyak 18.352 orang dan yang pindah sebanyak 13.210 orang.

Sementara itu, warga yang wajib memiliki KTP 280.123 jiwa, sedangkan yang sudah melakukan perekaman data sebanyak 262.879 orang atau 93,84 persen.

Jumlah KTP elektronik yang sudah tercetak hingga Februari 2019 sebanyak 277.081 lembar. Jumlahnya cukup banyak karena jumlah tersebut termasuk pencetakan KTP atas permintaan warga dengan alasan hilang atau rusak. Sementara itu, jumlah akte kelahiran yang sudah dicetak sebanyak 172.169 lembar.


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar