Jenazah bocah tenggelam di Sungai Mentaya langsung dimakamkan

id Jenazah bocah tenggelam di Sungai Mentaya langsung dimakamkan,Sungai Mentaya,Kotim,Sampit

Jenazah Rajib dimakamkan disaksikan warga dan teman sekolahnya yang ikut mendoakannya, Kamis (14/3/2019). (Foto Jurnalis Warga)

Sampit (ANTARA) - Seorang bocah bernama Rajib (6) warga Desa Terantang Hilir Kecamatan Seranau Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, yang tenggelam di Sungai Mentaya, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sehingga jenazahnya kemudian langsung dimakamkan.

"Jenazahnya ditemukan sekitar pukul 06.00 pagi tadi, kemudian pagi tadi juga langsung dimakamkan," kata Kepala Desa Terantang Hilir, Muhid dihubungi dari Sampit, Kamis.

Sebelumnya, peristiwa yang membuat korban meninggal itu itu terjadi Selasa (12/3) sekitar pukul 15.00 WIB saat korban buang air di sebuah lanting di sungai bersama Sari, sang ibu. Beberapa saat kemudian, sang ibu kembali ke rumah untuk melaksanakan shalat Ashar.

Setelah selesai shalat, sang ibu kembali ke lanting. Namun dia kaget karena Rajib tidak ada lagi di lanting tersebut. Dia hanya menemukan baju dan sandal milik sang anak.

Kejadian itu dengan cepat membuat warga sekitar berdatangan. Warga pun membantu mencari bocah itu dengan menyelam di sekitar lanting tersebut, namun belum membuahkan hasil.

Beberapa penyelam tradisional juga ikut membantu pencarian. Bermodal kompresor dan selang panjang yang difungsikan sebagai alat bantu untuk bernafas, mereka menyelam ke dalam sungai yang cukup dalam tersebut.

Pencarian kemudian dimaksimalkan dengan armada milik tim gabungan yang terdiri dari polisi dan Basarnas. Penyisiran pun dilakukan lebih luas di sekitar lokasi kejadian.

"Jenazah korban muncul ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi kejadian atau tempat dia diduga tenggelam. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga yang kemudian memakamkannya," kata Kepala Satpolair Polres Kotawaringin Timur, Iptu Jaka Waluya.

Hasil pemeriksaan petugas kesehatan, tidak ada bekas tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kejadian ini diyakini murni musibah kecelakaan yang membuat korban terjatuh ke sungai dan meninggal dunia.  

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar