Wakapolda Kalteng: Tabliq kebangsaan mampu cegah aksi radikalisme

id Wakaploda Kalteng Brigjen Pol Rikwanto , Tabliq kebangsaan mampu cegah aksi radikalisme

Wakapolda Kalteng: Tabliq kebangsaan mampu cegah aksi radikalisme

Wakapolda Kalteng Brigjen Rikwanto (kiri) saat menghadiri Tabliq Akbar Kebangsaan Polres Kobar, di Lapangan Sampuraga Lama, Pangkalan Bun, Jumat (15/3/2019).

Pangkalan Bun, Kalteng (ANTARA) - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, keanekaragaman budaya, bahasa, suku, agama dan kepercayaan, yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia jangan dijadikan pertentangan antara satu dengan yang lain, tetapi justru keanekaragaman tersebut menjadi rahmat bagi bangsa Indonesia.

"Seharusnya semboyan Bhineka Tunggal Ika itu dijadikan pemersatu bangsa, keanekaragaman itu bukanlah merupakan perbedaan, semua itu harus disatukan dalam ikatan negara kesatuan, dan jadikan rahmat bagi bangsa Indonesia," kata Rikwanto saat memberikan sambutan dalam Tabliq Akbar Kebangsaan Polres Kotawaringin Barat, di Lapangan Sampuraga Lama, Jumat malam.

Wakapolda juga mengatakan, bahwa sejatinya Polres Kotawaringin Barat (Kobar) telah beberapa kali menggelar kegiatan serupa, dari tabliq akbar milenial sampai tabliq akbar kebangsaan yang dilaksanakan kali ini, dengan mengundang Syekh Muhammad Dhiyauddin Qhushwundhi Azhmutkhan, dan ia berharap kegiatan tersebut harus menjadi agenda rutin dan terus digelar untuk meningkatkan pemahaman kebangsaan kepada masyarakat.

Wakapolda menegaskan bahwa belakangan ini, radikalisme sering terjadi dengan mengatasnamakan agama, sehingga kegiatan tabliq kebangsaan ini dapat mencegah aksi radikalisme di Kobar khususnya di Kalimantan Tengah.

"Beberapa tahun terakhir ini marak bermunculan aksi radikalisme dengan mengatasnamakan agama, semestinya agama yang memberikan ajaran tentang perdamaian justru dijadikan kendaraan untuk menjalankan aksi radikalisme, karena agama itu sensitif," ujarnya.
Wakapolda Kalteng Brigjen Rikwanto dan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, serta Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah menghadiri Tabliq Akbar Kebangsaan Polres Kobar, di Lapangan Sampuraga Lama, Pangkalan Bun, Jumat (15/3/2019) malam.

Ditegaskannya, sejatinya kebencian dalam menegakkan dinul Islam bukanlah cara yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebabnya, Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan kekerasan kepada orang yang benci kepada beliau, sudah sepatutnya selaku umat meniru semua yang telah diajarkan dan menjadikannya contoh dalam kehidupan sehari - hari.

Kegiatan tabliq akbar kebangsaan yang juga dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, Bupati Kobar, Nurhidayah, Dandim 1014/PBN Letkol Ronie Sulaiman, adalah sebagai upaya mewujudkan sinergitas dan hubungan harmonis antara TNI, Polri dengan masyarakat di Kobar.

"Ini modal utama dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di lingkungan  masyarakat, dalam hal ini Polri tidak bisa bekerja sendiri dan harus bekerjasama dengan jajaran TNI, pemerintah daerah dan masyarakat sehingga keutuhan negara ini dapat terus di jaga," demikian Rikwanto.

Dalam tabliq akbar kebangsaan tersebut juga disediakan berbagai hadiah seperti sepeda motor, kulkas, sepeda, dan kompor gas dan door prize menarik lainnya.
 

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar