Kotim bangun jalan buka keterisolasian wilayah dan perekonomian kawasan pelosok

id Kotim bangun jalan buka keterisolasian wilayah dan perekonomian kawasan pelosok,Wakil bupati,Taufiq Mukri,Ekonomi,Sampit

Wakil Bupati HM Taufiq Mukri. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, berharap bisa menyelesaikan pembangunan jalan dan jembatan di kawasan-kawasan pelosok yang masih terisolasi sehingga perekonomian dan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.

"Dengan demikian akses desa akan terbuka dan pergerakan kegiatan ekonomi masyarakat dapat meningkat dengan adanya jalan dan jembatan tersebut," kata Wakil Bupati HM Taufiq Mukri di Sampit, Selasa.

Saat ini jalan yang sedang dibangun adalah ruas jalan Mentaya Seberang. Ruas jalan yang dibiayai dengan sistem multi years atau tahun jamak selama tiga tahun itu dibangun untuk membuka akses di dua kecamatan yang selama ini terisolasi jalan darat yaitu Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut.

Ruas jalan Mentaya Seberang menghubungkan Desa Cempaka Mulia Timur, Dusun Teluk Tewah, Terantang Hulu, Terantang Hilir, Batuah, Dukuh Tamiangan dan Seranau dengan total penanganan sepanjang 34.950 meter atau 34,9 km.

Kecamatan Seranau terletak sangat dengan pusat Kota Sampit, hanya dipisahkan Sungai Mentaya. Namun akibat keterisolasian jalan darat itu membuat pembangunan di kecamatan tersebut menjadi lambat. Harga barang juga lebih mahal karena harus menambah biaya angkut.

Pembangunan jalan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan pergerakan perekonomian kabupaten Kotawaringin Timur di wilayah timur yang nantinya terhubung sampai ke Kampung Melayu yang merupakan batas dengan Kabupaten Katingan.

Pemerintah daerah juga membangun Jembatan Runting Tada Desa Tanah Putih Kecamatan Telawang. Jembatan dengan bentang baja 40 meter dan lebar tujuh meter itu akan menghubungkan Dusun Runting Tada-Dukuh Sati dan menghubungkan akses ke Kuala Kuayan dengan melewati Desa Palangan Seberang- Kenyala-Tangar-Dukuh Daka 2- Baampah-Kawan Batu-Tanjung Bantur-Penda Durian-Pahirangan-Tangkarobah-Pemantang Sapiri dan Kuala Kuayan.

"Sedangkan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah utara masih terkendala status kawasan hutan, khususnya jalan antardesa. Jalan desa ke ibu kota kecamatan pada tahun 2018 yang lalu, kami telah melakukan pengukuhan tata batas kawasan. Mudah-mudahan segera ada solusi," harap Taufiq.

Taufiq menambahkan, optimalisasi "good governance" pemerintahan yang baik juga terus dilakukan untuk mendorong pengembangan sektor strategis melalui pembangunan infrastruktur pariwisata perdagangan dan jasa menuju penguatan ekonomi masyarakat yang berwawasan lingkungan dalam rangka pencapaian visi Kabupaten Kotawaringin Timur yaitu terwujudnya masyarakat yang mandiri, dinamis dan berdaya saing dalam suasana religius, kebersamaan, aman dan sejahtera.

Sasaran pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2020 adalah dukungan terhadap upaya perwujudan tujuan pembangunan nasional yaitu Indonesia berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana dirumuskan dalam sembilan nawacita atau agenda prioritas pemerintah

Pembangunan di Kotawaringin Timur yang tertuang dalam APBD setiap tahun selalu mengalami peningkatan, baik dari sisi pendapatan maupun belanja. Namun dengan luasan Kotawaringin Timur yang terdiri dari 17 kecamatan dan 168 desa, diakui masih terdapat permasalahan pembangunan yang belum dapat diselesaikan, di antaranya adalah bidang infrastruktur.


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar