Baru satu garbarata yang bisa digunakan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya

id Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya,garbarata,Bandara Soekarno Hatta Tangerang Banten,angkasa pura ii

Baru satu garbarata yang bisa digunakan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya

Ujicoba garbarata di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya beberapa waktu lalu. (Foto Istimewa)

Penggunaan garbarata di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya merupakan hal yang baru, sehingga perlu sertifikasi ulang...
Palangka Raya (ANTARA) - Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Kalimantan Tengah, menerima sebanyak tiga garbarata yang sebelumnya pernah digunakan di Bandara Soekarno Hatta Tangerang Banten.

"Sesuai konfigurasi terminal, kami menerima sebanyak tiga garbarata untuk menunjang kegiatan penerbangan disini," kata EGM Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Paryono, melalui Assisten Manager of Airside Operation Riyan Budhi Arga di Palangka Raya, Kamis.

Garbarata merupakan jembatan berdinding dan beratap yang menghubungkan ruang tunggu penumpang ke pintu pesawat terbang, guna memudahkan penumpang saat masuk ke dalam maupun keluar dari pesawat.

Penggunaan garbarata ini disesuaikan dengan waktu pengalihan semua aktivitas bandara dari terminal lama ke terminal baru, yakni pada 28 Maret 2019 mendatang. Namun berdasarkan kondisinya, hanya satu garbarata saja yang dapat digunakan.

Riyan menjelaskan, hal ini dikarenakan baru satu garbarata yang telah disertifikasi oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Bandar Udara. Untuk dua lainnya sudah diajukan untuk disertifikasi, sehingga tinggal menunggu kedatangan tim dari pusat.

"Penggunaan garbarata di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya merupakan hal yang baru, sehingga perlu sertifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan," jelasnya.

Kemudian tiga garbarata yang sebelumnya digunakan di Bandara Soekarno Hatta tersebut, juga direkondisi kembali oleh pihak ketiga yang biasa menanganinya. Saat ini satu garbarata telah terpasang sekitar 90 persen dan disusul pemasangan dua lainnya yang ditargetkan selesai sebelum 28 Maret 2019.

Beberapa waktu lalu, pihaknya baru saja melakukan ujicoba atau simulasi pengoperasian garbarata. Menurutnya tidak ada kendala berarti yang ditemui saat ujicoba tersebut, hanya saja perlu sedikit penyesuaian terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, saat nantinya terminal baru mulai digunakan, maka kondisi tersebut akan disebut sebagai minimal operasi. Minimal operasi adalah sebutan untuk terminal bandara yang semua fasilitas pokoknya sudah tersedia dan terverifikasi, namun fasilitas pendukungnya belum terpenuhi seratus persen.

"Jadi pada 28 Maret 2019 mendatang saat terminal baru sudah operasional, semuanya diperkirakan dapat berjalan lancar tanpa adanya kekurangan ataupun kendala yang dihadapi," papar  Riyan.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar