Pemprov Kalteng bantu pembangunan RSUD Muara Teweh Rp25 miliar

id rsud muara teweh,dprd kalteng,komisi c dprd kalteng,wakil bupati sugianto p putra,pembangunan lanjutan rsud muara teweh

Anggota Komisi C DPRD Provinsi Kalteng dan pihak RSUD, pejabat lingkup Pemkab lainnya serta BPJS foto bersama Wabup Sugianto Panala Putra usai menggelar rapat bersama, di aula Setda lantai I di Muara Teweh, Kamis. (FOTO ANTARA/Kasriadi)

Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengalokasikan dana hibah untuk pembangunan lanjutan Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh Kabupaten Barito Utara,  pada 2019  ini sebesar Rp25 miliar.

"Pada tahun ini pembahasan APBD telah menganggarkan untuk pembangunan rumah sakit, dengan jumlah sekitar Rp 25 miliar. Untuk itu Komisi C DPRD Kalteng langsung melakukan peninjauan kelapangan untuk melihat secara langsung, baik lokasi hingga sumber daya manusia, diantaranya untuk pelayanan rumah sakit kepada masyarakat," kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Kalteng Reza Fahrony di Muara Teweh, Kamis.

Kunjungan kerja Komisi C DPRD Kalteng dalam rangka rapat bersama Wakil Bupati Barito Utara Sugianto Panala Putra terkait masalah kesehatan di daerah ini yang juga dihadiri manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh di kantor bupati setempat.

"Dalam melakukan kunker ini, kami dari komisi C DPRD Kalteng berjumlah 11 orang dan ada 12 mitra kerja, salah satunya rumah sakit atau masalah kesehatan. Dan pada tahun anggaran 2019, pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran hibah untuk pembangunan rumah sakit," kata Reza.

Reza mengatakan, untuk kegiatan 'Kalteng Barigas' yang hubungan dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan program sudah  dilaksanakan. untuk Barito Utara  ada kebagian 3.190 peserta dari 90.580 peserta kouta yang telah disiapkan.  

"Untuk itu pada kesempatan kunjungan kerja ini kami ingin mengetahui secara langsung di lapangan dan kemudian berdiskusi," kata Reza yang juga politisi dari PAN ini. 

Melihat dari data BPJS itu, kata dia, ada lima kabupaten yang telah siap distribusi pemetaan dan sebagainya kemudian informasi juga sehubungan dengan Perpres penggunaan dana bantuan keuangan yang sebesar Rp25 Miliar untuk rumah sakit. 

"Komisi C juga berharap, dengan rumah sakit yang ada nanti dapat melayani masyarakat sebaik baiknya, agar sebagai rumah sakit rujukan sesuai dengan harapan bersama," katanya.

Anggota Komisi C Lainnya Ina Prayawati  mengatakan selain melihat kondisi rumah sakit, pihaknya juga ingin mengetahui SDM manajemen termasuk para dokter ahli yang ditugaskan untuk melayani masyarakat sesuai dengan tugas masing-masing. 

"Kami juga perlu mengetahui untuk jumlahnya mencakup apa saja, karena banyak masukan komplain dari masyarakat terutama dari segi pelayanan untuk Rumah Sakit," ucapnya.

Mewakili manajemen RSUD Muara Teweh, dr Fahmi Syamsul Fahlevi mengatakan saat ini pelayanan medik, spesialis penunjang medik, spesialis layanan SDM. SDM di rumah sakit ini termasuk padat modal. Apalagi rumah sakit akan ditingkatkan tipenya.

"Sehingga para pegawai juga harus padat modal, artinya bekerja secara propesional. oleh karena itu, pembenahan terus dilakukan secara menyeluruh. Dengan akan ditingkatkannya status rumah sakit, maka sumber data manusianya juga harus padat modal sesuai dengan kebutuhan," kata Fahmi  yang juga menjabat Kabid Pelayanan Medik RSUD Muara Teweh ini.

Sementara Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Barito Utara Junaidi mengatakan pemerintah daerah kembali melanjutkan pembangunan RSUD Muara Teweh  gedung B dan gedung C dengan sistem tahun jamak (Multiyears) sebesar Rp100 miliar, untuk tahun ini dialokasikan sebesar Rp10 miliar dan dianggarkan kembali melalui APBD perubahan 2019 sekitar Rp10 miliar.

"Untuk gedung A  berlantai lima sudah dioperasikan dan pembangunan lanjutan RSUD  gedung B tahun ini selain mendapat dana hibah dari Pemprov Kalteng Rp25 miliar juga dari dana APBD kabupaten murni Rp10 miliar ditambah dari perubahan Rp10 miliar," ujar Junaidi.

 

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar