SMA/SMK di Kalteng masih memerlukan tujuh ribu unit komputer

id Pemerintah provinsi kalimantan tengah,Dinas pendidikan kalteng,Slamet winaryo,Unbk,Usbnbk,Perangkat komputer,Gunung mas,Katingan,Seruyan,Sma,Smk

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Slamet Winaryo (kanan) saat menerima bantuan perangkat komputer baru dari pelaku usaha bidang kehutanan, Palangka Raya, Jumat, (22/3/2019). (Foto Antara Kalteng/Muhammad Arif Hidayat)

Kalimantan Tengah (ANTARA) - Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, hingga saat ini SMA/SMK seluruh kabupaten/kota masih memerlukan tambahan sekitar tujuh ribu unit perangkat komputer.

"Untuk mencapai kata ideal, masih perlu banyak pengadaan perangkat komputer bagi SMA/SMK yang menjadi wewenang pemprov," kata Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Slamet Winaryo di Palangka Raya, Jumat.

Dalam beberapa tahun terakhir pemprov berupaya memenuhi kebutuhan perangkat komputer secara bertahap. Hingga saat ini sudah ada sekitar 2.500 unit pengadaan komputer baru yang tersebar di SMA/SMK berbeda.

Slamet menjelaskan, selain pengadaan yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), pengadaan komputer juga dibantu oleh pemerintah pusat yang jumlahnya sudah sekitar 500 unit lebih.

Terbaru pihaknya baru saja mendapatkan tambahan bantuan sebanyak 130 unit komputer dan 9 server dari perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan atau pemilik izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu-hutan alam di Kalteng.

"Untuk memenuhi kebutuhan secara menyeluruh, memang sudah seharusnya seperti ini. Kalau hanya berharap dari pemerintah saja maka akan memerlukan waktu yang sangat lama," tegasnya kepada awak media.

Sebelum unit baru komputer tersebut diserahkan kepada pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kalteng terlebih dulu melakukan pendataan, guna mengetahui sekolah mana yang masuk dalam kategori skala prioritas.

Ia menjelaskan, umumnya yang menjadi prioritas pemerintah adalah sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil yang aksesnya sulit dijangkau. Sebagai gambaran daerah yang menjadi tujuan, diantaranya Gunung Mas, Katingan serta Seruyan.

"Upaya memenuhi kebutuhan berupa fasilitas penunjang bagi sekolah ini, dilakukan sebagai komitmen Gubernur Kalteng yang ingin kualitas pendidikan meningkat. Sehingga lulusan asal Kalteng benar-benar berkualitas dan berdaya saing," tegas Slamet.

Pada tahun 2019 ini, rencananya Kalteng menggelar seratus persen untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan ujian sekolah berstandar nasional berbasis komputer (USBNBK) SMA sederajat.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar