Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan dugaan pidana pemilu

id Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan dugaan pidana pemilu,Pemilu,Dandim,Sumarlin Marzuki,Kapolres,Mohammad Rommel,Kotim,Kotawaringin Timur

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel dan Dandim 1015 Sampit Letkol Inf Sumarlin Marzuki bersama-sama memimpin gelar pasukan persiapan pengamanan pemilu 2019 di Taman Kota Sampit, Jumat (22/3/2019). (Foto Polres Kotim)

Sampit (ANTARA) - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, diminta tidak ragu melaporkan jika mengetahui ada dugaan pelanggaran, terlebih jika mengarah pada tindak pidana pemilu agar segera diproses hukum.

"Apabila ada ditemukan "money politic" maupun tindak pidana pemilu lainnya, harap segera dilaporkan. Nanti akan ada Gakkumdu yang menindaklanjuti," tegas Kapolres AKBP Mohammad Rommel di Sampit, Jumat.

Rommel menjelaskan, masyarakat diharapkan aktif membantu mengawasi pelaksanaan pemilu karena personel yang dimiliki penyelenggara dan pengawas pemilu serta penegak hukum cukup terbatas. Peran serta pengawasan masyarakat di semua wilayah sangat diharapkan agar potensi pelanggaran aturan pemilu bisa ditekan.

Tindak pidana pemilu bersifat khusus, baik dari masa penanganannya dan lainnya. Penanganannya dilakukan oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang di dalamnya terdapat perwakilan instansi penegak hukum sehingga bisa langsung menangani jika ada dugaan pelanggaran aturan hukum.

Jika ada laporan warga terkait dugaan pelanggaran pemilu makan Sentra Gakkumdu akan menindaklanjutinya. Jika ada indikasi kuat memang terjadi pelanggaran, maka akan dikaji apakah pelanggarannya masuk kategori tindak pidana pemilu atau bersifat administrasi.

"Sampai saat ini belum ada pelanggaran pemilu di Kotawaringin Timur dan mudah-mudahan tidak ada. Alhamdulillah seluruh peserta pemilu bisa melaksanakan fungsinya masing-masing. Penyelenggaranya baik, pengawasannya baik dan yang melaksanakan kampanyenya juga mematuhi aturan," jelas Rommel.

Rommel bersama Komandan Kodim 1015 Sampit Letkol Inf Sumarlin Marzuki memimpin apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan pengamanan pemilu tahapan kampanye terbuka sampai selesai. Apel yang dilaksanakan di Taman Kota Sampit itu diikuti ratusan peserta dari TNI, Polri dan lainnya.

Menurut Rommel, personel gabungan yang dilibatkan sekitar 1.200 orang yang terdiri dari TNI, Polri dan seluruh komponen masyarakat yang ada. Polres Kotawaringin Timur sendiri melibatkan 411 personel, sebanyak 338 orang di antaranya akan ditempatkan di TPS atau tempat pemungutan suara dengan pola pengamanan yang sudah ditentukan.

Pemilu serenrak 2019 pada 17 April nanti diharapkan berjalan dengan baik. Masyarakat diminta berpartisipasi mewujudkan pemilu yang aman, damai dan sejuk di Kotawaringin Timur sehingga mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas.

Masyarakat diharapkan menggunakan hak pilihnya saat pemilu nanti. Masyarakat diharapkan menggunakan hak pilih dengan baik sesuai hati nurani masing-masing.

Disinggung terkait kerawanan pemilu di Kotawaringin Timur, Rommel memastikan semua akan diantisipasi. Namun dia tetap meminta bantuan masyarakat agar pengamanan jalannya pelaksanaan seluruh tahapan pemilu.

"Polri dan KPU sudah merilis indeks kerawanan pemilu yang terdiri tujuh item, seperti geografis, peserta pemilu dan lainnya. Semua sudah kami petakan dan kami antisipasi agar tidak menghambat saat pelaksanaan pemilu," demikian Rommel.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar