Lanjutkan pembangunan Waterfront City, Pemkab Kobar kucurkan Rp8,4 miliar

id kabupaten kotawaringin barat,kobar,Waterfront City Pangkalan Bun,Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar,Juni Gultom

Lanjutkan pembangunan Waterfront City, Pemkab Kobar kucurkan Rp8,4 miliar

Meski belum rampung sepenuhnya mega proyek Waterfront City yang ada di tepian Sungai Arut Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah kini mulai dipadati warga sekitar untuk menikmati senja atau berswafoto bersama keluarga atau kerabat. (foto Antara Kalteng/Hendri Gunawan)

Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2019 mengucurkan anggaran sebesar Rp 8,4 miliar untuk melanjutkan pembangun Waterfront City Pangkalan Bun.

Dana tersebut untuk melanjutkan pembangunan Waterfront City yang terdiri dari jalan plat beton sepanjang 120 meter dengan lebar jalan 6 meter atau lebar total 9 meter, kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar Juni Gultom, di Pangkalan Bu Kamis.

"Termasuk memasang pagar pengaman dan menambah estetika kapal pesiar sebagai lokasi cafe yang ada di Waterfront City," tambahnya.

Dikatakan kelanjutan pembangunan Waterfront City saat ini sedang proses di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Untuk  itu, PUPR Kobar akan segera kontrak dan akhir bulan April 2019 sudah mulai pengerjaan.

"Sekarang ini semuanya sedang proses penyelesaian kontrak. Semoga tidak ada masalah dan diakhir April sudah mulai dikerjakan oleh pihak kontraktor," demikian Juni Gultom.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimanatan Tengah (Kalteng) berencana memberikan bantuan dana untuk kelanjutan pembagunan proyek Waterfront City Pangkalan Bun.

Hal tersebut dilontarkan langsung oleh Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran saat tengah bersantai bersama keluarganya menikmati senja dan seporsi tahu tek-tek di area Waterfront City Pangkalan Bun beberapa bulan lalu.

Baca juga: Pria ini terancam tiga tahun penjara akibat membakar lahan

"Insya Allah provinsi akan membantu sekitar 20 sampai 25 miliaran di tahun anggaran 2020, dan menghibahkan aset  provinsi yang masuk dalam jalur kawasan pembangunan proyek Waterfront City menjadi aset Kabupaten, supaya tidak menghambat proses pengerjaan yang sudah di rencanakan Ibu Bupati," ucap Sugianto di Pangkalan Bun, kala itu.

Sebagai informasi, mega proyek Waterfront City  Pangkalan Bun diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 510 miliar lebih, yang diperuntukkan untuk membangun jalan plat beton sepanjang 4,8 Kilometer dengan lebar jalan 6 meter atau lebar total 9 meter serta membangun delapan lokasi PKL atau resto, 4 lokasi river viewer, 4 tugu atau landmark, 6 taman, serta 6 lokasi parkir dan 20 dermaga.

Dan meski baru terjadi pembagunan tahap pertama pada tahun 2018 lalu dengan menghabiskan dana sebesar 6 Milyar lebih dan menghasilkan bagunan berupa jalan plat beton sepanjang 100 meter yang di lengkapi dengan ornamen pendukung seperti lampu penerangan, pot bunga, serta trotoar berlantaikan keramil.

Mega proyek Waterfront City Pangkalan Bun setiap harinya telah dipadati oleh para pedangan kaki lima untuk mencari rezeki, dan warga sekitar untuk sekedar bersantai bersama keluarga serta kerabat, menikmati pergantian waktu dari sore menjadi malam yang kadang kala dipercantik oleh suguhan alam berupa proses terbenamnya matahari.

Baca juga: Bupati Nurhidayah serahkan LKPD tahun anggaran 2018 ke BPK Kalteng

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar