Upaya Disperindag Palangka Raya antisipasi peredaran beras oplosan

id disperindag,beras oplosan,Upaya Disperindag Palangka Raya antisipasi peredaran beras oplosan

Ilustrasi - Petugas kepolisian melakukan penggerebekan gudang beras oplosan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta. (Foto ANTARA)

Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah berupaya mengantisipasi peredaran beras oplosan.

"Kami secara ketat melakukan pengontrolan, terutama ke gudang-gudang beras dan pasar. Selain itu para penjual dan distributor selalu kami ingatkan agar tidak menjual beras oplosan ataupun mengoplos beras karena bisa diseret ke ranah hukum," kata Kepala Disperindag Kota Palangka Raya, Ikhwanudin, Rabu.

Dia pun meminta masyarakat tidak perlu was-was terkait peredaran beras oplosan yang berpotensi dijual di pasar-pasar tradisional maupun beras yang dijual oleh para pedagang.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk memantau dan mengawasi peredaran beras di wilayah "Kota Cantik" itu.

"Sampai saat ini, dari apa yang kami lakukan tidak ditemukan beras oplosan. Kami juga belum menerima laporan dari masyarakat terkait peredaran beras oplosan," katanya.

Pernyataan itu diungkapkan Ikhwanudin saat dikonfirmasi terkait keberhasilan Satuan Reserse Kriminal Polres Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah dalam mengungkap praktik pengoplosan beras di sebuah gudang di Sampit.

Modus dalam kasus itu ialah tersangka mengoplos atau mencampur beras yang kualitasnya paling rendah dengan beras kualitas premium, kemudian dikemas dengan beberapa merek tertentu untuk dijual lagi

Praktik ilegal pengoplosan beras itu dilakukan di sebuah gudang di Jalan Manggis 2 Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Sampit. Kegiatan itu diperkirakan sudah berlangsung sekitar satu tahun delapan bulan.

Terkait hal itu, Legislator Kalimantan Tengah Agung Sukma Ardiyanto meminta pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota bersama aparat penegak hukum, segera bergerak dan melakukan razia ke sejumlah tempat sebagai upaya mencegah beredarnya beras oplosan.

"Beras oplosan itu sangat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi masyarakat, karena telah tercampur dengan bahan kimia. Apalagi beras oplosan tersebut dikemas dengan berbagai macam merek terkenal," katanya.

"Selain adanya penanganan dari aparat penegak Hukum dan Dinas/Instansi terkait, masyarakat juga harus selektif sebelum membeli kebutuhan pokok khususnya beras," kata Agung.

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar