Industri rotan Indonesia hancur jika eksportir diperbolehkan, kata Mendag

id provinsi kalimantan tengah,kalteng,rotan,rotan kalteng,ekspor rotan,menteri perdagangan,Enggartiasto Lukita

Industri rotan Indonesia hancur jika eksportir diperbolehkan, kata Mendag

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (tengah) saat mengunjungi Pasar Besar Kota Palangka Raya, Sabtu (13/4/2019). (ist)

Palangka Raya (ANTARA) - Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita memastikan bahwa pihaknya tidak akan memperbolehkan eksportir bahan mentah rotan, karena akan berdampak pada hancurnya industri rotan Indonesia.

Apabila ekspor rotan mentah diperbolehkan akan membuat Negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Malaysia serta lainnya membuka industri yang bahan bakunya hanya ada dari Indonesia, kata Enggartiasto saat berada di Palangka Raya, Sabtu.

"Sekarang bagaimana potensi itu bisa kita manfaatkan agar memberikan nilai tambah terhadap petani rotan dan pelaku industri Indonesia. Jadi. ekspor rotan mentah tetap tidak diperbolehkan," ucapnya.

Mengenai melimpahnya rotan di Provinsi Kalimantan Tengah, pihak Kemendag akan berupaya memfasilitasi dengan pelaku industri yang ada di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan lainnya.

Enggartiasto mengaku baru-baru ini ada bertemu pelaku industri berbahan rotan di Cirebon. Dalam pertemuan itu, para pelaku industri di sana mengeluhkan kurangnya bahan mentah rotan.

Baca juga: Mendag pantau kondisi harga bahan pokok di Palangka Raya, ini hasilnya

"Kesulitan itu juga dikarenakan adanya gempa di Sulawesi Tengah yang salah satu penyuplai rotan mentah. Tapi, nanti kami akan memfasilitasi petani rotan Kalteng dengan pelaku industri di daerah lain, khususnya Cirebon," katanya.

Mendag ini mengatakan pihaknya sebenarnya telah menunjuk PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk menyerap rotan milik petani. Hanya, sampai sekarang ini belum perannya tidak maksimal.

Sedangkan terkait adanya dugaan penyelundupan rotan mentah dari Kalteng melalui Provinsi Kalimantan Barat yang dikirim ke Malaysia, dirinya menegaskan bukan alasan untuk membuka kembali ekspor.

"Yang harus dilakukan terhadap penyelundupan tersebut adalah dengan melakukan penangkapan, bukan membuka 'keran' ekspor," demikian Enggartiasto.

Kedatangan Mendag RI ke Kota Palangka Raya dalam rangka memantau kondisi dan perkembangan bahan pokok jelang ramadhan. Di mana dirinya melakukan kunjungan ke Pasar Besar Kota Palangka Raya.

Baca juga: Menteri Perdagangan jamin harga pangan jelang Lebaran stabil

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar