Seorang warga Sampit ditemukan tewas dengan usus terburai

id kotawaringin timur,kotim,sampit,usus terburai

Seorang warga Sampit ditemukan tewas dengan usus terburai

Kondisi jasad Tri Prasetiyo saat ditemukan di Sampit, Rabu (17/4/2019). (Foto Antara Kalteng/Untung Setiawan)

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Sumindar (66) yang juga bapak korban, yang saat itu bermaksud akan memberikan formulir C6 undangan mencoblos pemilu
Sampit (ANTARA) - Seorang pria bernama Tri Prasetiyo (30) Warga Jalan Tidar 4, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah ditemukan tewas dengan usus terburai di bengkel vulkanisir ban truk tempatnya bekerja.

Sampai sekarang ini belum diketahui secara pasti apakah karena korban pembunuhan atau tidak, kata Kapolres Kabupaten Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel di Sampit, Rabu.

"Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Sumindar (66) yang juga bapak korban, yang saat itu bermaksud akan memberikan formulir C6 undangan mencoblos pemilu," beber dia. 

Belum ada yang diamankan dalam kejadian tersebut. Dan polisi telah meminta keterangan sejumlah warga di sekitarnya. Jasad korban ditemukan tergeletak dengan isi perut terburai keluar di bengkel volkanisir ban truk tempatnya bekerja.

Baca juga: Bawaslu banyak temukan masalah saat pemungutan suara di Kalteng

"Korban tewas diduga akibat luka parah di bagian perut hingga isi perut keluar, dan di tempat kejadian perkara juga ditemukan banyak darah," terangnya.

Sementara itu, Sumindar mengaku tidak menduga atas kejadian yang menimpa anaknya tersebut karena sebelumnya tidak ada firasat apa-apa. Apalagi di dekat jenazah anaknya tersebut tergeletak sebuah mesin gerinda yang masih tercolok ke listrik.

"Saya sempat terkejut melihat kondisi anak saya yang sudah tidak bernyawa dengan isi perut keluar. Saya masuk ke bengkel tempat anak saya tidur untuk mengantarkan formulir C6 undangan mencoblos," terangnya.

Baca juga: TPS ini gunakan kardus bekas sebagai bilik suara

Tatik, tetangga korban mengaku pada malam sekitar pukul 22.30 WIB sempat terdengar ada teriakan seseorang minta tolong.

"Sekitar pukul 23.30 WIB kami sempat mendengar teriakan minta tolong, namum kami tidak keluar rumah. Kami kira anak-anak bermain," ucapnya.

Baca juga: Dua wilayah akan lakukan pemilu ulang

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar