Pemprov Kalteng perketat pengawasan jalur pendistribusian sembako menjelang Ramadhan

id Ekonomi, perekonomian, jelang ramadhan, harga sembako, jalur pendistribusian, penimbunan sembako, stabilitas harga, palangka raya, jalur laut, nurul e

Pemprov Kalteng perketat pengawasan jalur pendistribusian sembako menjelang Ramadhan

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Sampit yang selalu ramai seiring tingginya aktivitas ekonomi masyarakat. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Palangka Raya (ANTARA) - Menjelang bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan perhatian khusus terhadap jalur pendistribusian sembilan bahan pokok (sembako) yang didatangkan dari luar daerah.

"Kami akan memperketat pengawasannya, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," kata Asisten II Setda Kalteng Nurul Edy di Palangka Raya, Selasa.

Hal ini penting dilakukan, untuk menjaga stabilitas perekonomian di daerah. Sebab pada bulan Ramadhan tingkat konsumsi masyarakat cenderung meningkat, sehingga berpotensi terjadinya kenaikan harga sembako.

Ia menyebut, peningkatan pengawasan bertujuan untuk mempersempit ruang gerak oknum pelaku usaha dan lainnya yang ingin melakukan penyimpangan, seperti penimbunan sembako guna menaikkan harga jualnya menjadi lebih tinggi.

"Melalui dinas yang membidangi kami berupaya maksimal mencegah terjadinya penyimpangan tersebut. Karena jika penyimpangan terjadi, tentu akan mengganggu kondisi perekonomian di daerah," tuturnya.

Adapun sejumlah jalur pendistribusian sembako ke wilayah Kalteng, diantaranya jalur laut dari Surabaya menuju Sampit, hingga jalur laut dengan tujuan Banjarmasin dan kemudian diteruskan melalui jalur darat menuju Palangka Raya dan sekitarnya.

Sembako yang lebih banyak didatangkan dari luar daerah dan memiliki tingkat konsumsi cukup tinggi dari masyarakat, meliputi ayam ras, daging sapi, bawang, minyak goreng dan beberapa komoditas lainnya.

Sementara itu Nurul mengungkapkan, berdasarkan evaluasi yang pihaknya lakukan selama ini, belum pernah ditemukan adanya oknum pelaku usaha yang dengan sengaja melakukan penimbunan sembako.

"Kalau kasus beras oplosan memang pernah, seperti yang baru-baru ini terjadi. Namun untuk penimbunan sembako, setahu saya belum pernah terjadi di wilayah Kalteng," paparnya kepada awak media.

Pihaknya memaparkan, pembelian sembako dalam jumlah besar memang sering dilakukan, khususnya oleh mereka yang berasal dari wilayah pelosok dengan tujuan untuk menjualnya kembali. Namun hal tersebut wajar dilakukan dan bukan sebagai penimbunan, karena bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat disana.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar