Masyarakat minta pemerintah turun tangan cegah lonjakan harga sembako

id Masyarakat minta pemerintah turun tangan cegah lonjakan harga sembako,Sembako,Ramadhan,Bupati Kotim,Supian Hadi,Bulog,Sampit

Masyarakat minta pemerintah turun tangan cegah lonjakan harga sembako

Warga berbelanja di pasar penyeimbang di Sampit saat baru dibuka pada Senin (15/4/2019) lalu. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah diminta turun tangan mengendalikan harga kebutuhan pokok agar tidak terus naik menjelang bulan suci Ramadhan ini.

"Sekarang harga mulai naik. Seharusnya, mulai sekarang ini pemerintah turun tangan sehingga harga tidak sampai melonjak tinggi. Jangan menungu harga naik tinggi, baru ribut," kata Rina, warga Sampit, Rabu.

Sejak sepekan terakhir, harga sejumlah komoditas mulai naik. Masyarakat khawatir harga akan terus naik hingga Ramadhan nanti sehingga akan membebani.

Pantauan di Pasar Keramat Sampit, sejumlah komoditas yang terus naik di antaranya bawang merah dari Rp25.000 saat kondisi normal menjadi Rp40.000 sampai Rp42.000 /kg tergantung kondisi. Harga bawang putih juga naik tinggi dari Rp20.000 saat normal, kini Rp45.000 hingga Rp50.000 /kg.

Pedagang mengaku menjual bawang yang didatangkan dari Surabaya. Pedagang menaikkan harga jual karena harga di tingkat agen juga mulai naik.

Harga cabai rawit naik dari Rp4.000 /ons menjadi Rp6.000 /ons. Harga ayam potong juga naik. Hari ini harganya Rp37.000 padahal saat kondisi normal hanya sekitar Rp24.000 /kg. 

"Hari ini ayam naik Rp2.000, padahal kemarin masih Rp35.000 /kg. Ini ayam dari peternak lokal. Kalau ayam dari Banjarmasin mahal lagi, kami tidak berani membeli," kata Lia, salah seorang pedagang.

Bupati H Supian Hadi sudah mewanti-wanti jajarannya untuk mengantisipasi naiknya harga menjelang Ramadhan. Dia meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian meningkatkan pemantauan harga serta mengambil solusi supaya harga kebutuhan tetap terkendali.

"Dengan sering turun memantau di lapangan, kita akan tahu begitu harga mulai naik, sehingga bisa dicari solusinya, khususnya terkait ketersediaan stok. Kalau stok dan pasokan lancar, maka kalau terjadi kenaikan pun tidak akan sampai terlalu tinggi," demikian Supian.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aksi borong yakni membeli secara berlebihan karena itu justru bisa memicu kenaikan harga. Bulog Sub Divisi Regional Sampit sudah menjamin stok sembako seperti beras, gula, daging, minyak goreng dan lainnya mencukupi.

Pemerintah daerah bersama Bulog sudah mendirikan pasar penyeimbang di Jalan Achmad Yani Sampit. Masyarakat bisa membeli kebutuhan dengan harga normal karena keberadaan pasar penyeimbang memang bertujuan untuk pengendalian harga sembako.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar