Usai bunuh istri, pekerja sawit ini coba bunuh diri

id Usai bunuh istri, pekerja sawit ini coba bunuh diri,Kotim,Kotawaringin Timur,Polsek Mentaya hulu,Muhammad Affandi,Bukit santuai,Pembunuhan,Sampit

Kapolsek Mentaya Hulu Ipda Muhammad Affandi (dua dari kanan) membawa Md, pekerja sawit yang diduga membunuh istrinya sendiri, Jumat (10/5/2019). (Foto Istimewa)

Sampit (ANTARA) - Seorang pekerja perkebunan kelapa sawit di Desa Tanah Haluan Kecamatan Bukit Santuai Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, berinisial Md diduga tega menghabisi Hastian yang merupakan istrinya sendiri lantaran emosi saat bertengkar.

"Pelaku sudah ditangkap. Dia mau bunuh diri. Tadi kami dari TKP (tempat kejadian perkara). Ini masih kami dalami," kata Kapolres AKBP Mohammad Rommel melaui Kapolsek Mentaya Hulu Ipda Muhammad Affandi dihubungi dari Sampit, Jumat.

Peristiwa memilukan ini terjadi di perumahan karyawan sebuah perusahaan besar perkebunan kelapa sawit di Desa Tanah Haluan sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu sebagian penghuni perumahan karyawan masih ada di rumah mereka.

Mereka dikagetkan oleh teriakan dua anak korban meminta tolong bahwa ibu mereka terluka. Tetangga korban langsung berlarian menuju barak yang ditempati korban dan keluarganya.

Saat itu warga melihat Md keluar dari rumah dengan tangan berlumuran darah sambil memegang senjata tajam. Takut terjadi hal tidak diinginkan, warga yang merupakan sesama pekerja di perusahaan sawit itu melaporkan kejadian kepada petugas keamanan perusahaan.

Setelah masuk ke rumah, warga kaget karena menemukan korban terkapar dengan bersimbah darah di dalam kamar tidur. Setelah diperiksa, Hastian sudah tidak bernyawa dengan luka parah di leher.

Sementara itu, tersangka Md langsung ditangkap tidak jauh dari lokasi kejadian. Dia ambruk dan dibawa ke poliklinik karena diduga mencoba bunuh diri dengan meminum racun usai menghabisi sang istri.

Affandi bersama anggotanya langsung datang ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah korban dan membawa tersangka. Pasangan suami istri ini berasal dari Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tengah yang bekerja sebagai pekerja panen dan semprot sawit.

Jenazah korban dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk dilakukan visum. Sementara itu tersangka yang gagal bunuh diri, langsung diamankan untuk diproses secara hukum.

Kejadian tragis itu diduga terjadi di depan kedua anak korban yang masih di bawah umur. Tersangka diduga tidak mampu menahan emosi sehingga tega menganiaya sang istri hingga tewas.

"Menurut keterangan tersangka, motifnya karena cemburu karena menduga istrinya berselingkuh," demikian Affandi.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar