Desa pesisir Kotim gulirkan bantuan kambing tingkatkan kesejahteraan masyarakat

id Desa pesisir Kotim gulirkan bantuan kambing tingkatkan kesejahteraan masyarakat,Kambing,Nelayan,Dana desa,Pulau Hanaut,Desa Rawa Sari,Eddy Mashami

Camat Pulau Hanaut H Eddy Mashami dan Kepala Desa Rawa Sari menyerahkan kambing gibas kepada warga, Senin (13/5/2019). (Foto Istimewa)

Sampit (ANTARA) - Berbagai terobosan dilakukan desa-desa di kawasan pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakatnya dengan tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan di laut.

Desa Rawa Sari Kecamatan Pulau Hanaut adalah salah satu desa yang mencoba terus mendorong peningkatan ekonomi masyarakatnya. Pemerintah desa setempat membeli kambing gibas yang kemudian dibagikan kepada warga untuk dipelihara.

"Bantuan itu atas usulan dan kesepakatan masyarakat desa. Kambing yang diberikan itu mereka pelihara hingga besar, kemudian bisa dijual," kata Camat Pulau Hanaut H Eddy Mashami di Sampit, Rabu.

Selama ini masyarakat Desa Rawa Sari mengandalkan mata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Profesi ini terkadang mengharuskan mereka beristirahat ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan atau sering disebut masa paceklik.

Usaha berternak kambing gibas ini diharapkan dapat menjadi usaha sampingan yang dapat menambah penghasilan warga. Harapannya agar penghasilan yang didapat bisa membantu mereka bertahan, khususnya saat masa paceklik.

Senin (13/5) lalu, Eddy menyerahkan bantuan kambing gibas untuk warga Desa Rawa Sari. Ada 98 ekor kambing yang dibagikan, di antaranya delapan ekor pejantan.

Kambing-kambing itu dibeli menggunakan anggaran dana alokasi khusus desa sebesar Rp211 juta tahun anggaran 2019. Program ini bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan di Desa Rawa Sari.

Pemeliharaan kambing oleh warga akan diawasi oleh ketua Rukun Warga (RW) masing-masing. Jika kambing sakit atau mati maka warga harus melaporkan bukti fisik kepada ketua RW selaku pengawas dan dinyatakan oleh mantri hewan.

"Jika suatu saat kambingnya mau dijual, maka harus ditangani oleh BUMDes, dengan pembagian 80 persen untuk pemilik atau warga yang memelihara kambing tersebut, sedangkan 20 persen sisanya diserahkan kepada BUMDes," jelas Eddy.

Eddy berharap terobosan ini membuahkan hasil menggembirakan sehingga kesejahteraan masyarakat makin meningkat. Jika ini berhasil, diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa lainnya dalam upaya mendorong perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar