190 orang keracunan saat buka puasa bersama, satu meninggal dunia

id 190 orang keracunan saat buka puasa bersama, satu meninggal dunia,Keracunan,Buka puasa,Seruyan,Sawit

Tuminah yang juga menjadi korban keracunan masih terbaring lemah di ruang perawatan UPTD Puskesmas Terawan, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan. (Foto Antara Kalteng/Untung Setiawan)

Seruyan (ANTARA) - Sekitar 190 orang di Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah diduga keracunan makanan atau minuman saat acara buka puasa bersama, bahkan satu orang di antaranya yaitu seorang anak, akhirnya meninggal dunia saat dirujuk ke rumah sakit.

Petugas Bagian Kesehatan Lingkungan atau Sanitarian UPTD Puskesmas Terawan, Rudinah saat ditemui, membenarkan kejadian yang menewaskan Bunga (11), seorang anak karyawan yang ikut dalam buka puasa bersama tersebut.

"Dari 190 korban yang diduga keracunan, yang sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Terawan ada sebanyak 53 orang, dan hingga Kamis (16/5) tinggal tiga korban yang menjalani perawatan. Sedangkan korban lainnya diperbolehkan pulang karena kondisinya mulai membaik," katanya di Kecamatan Seruyan Raya, Kamis.

Keracunan massal tersebut terjadi setelah para korban menyantap makanan pada acara buka puasa bersama sekaligus syukuran tasmiyah dan akikah anak ketiga Tuminah, salah satu karyawan PT Sabindo, pada Senin (13/5) sekitar pukul 17.30 WIB.

Sebagian besar korban keracunan tersebut merupakan karyawan PT Sabindo, perusahaan kontraktor mitra perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Mustika Sembuluh Kabupaten Seruyan. Mereka ambruk beberapa saat setelah makan dan minum di acara buka puasa bersama tersebut.

Saat kejadian, korban dibawa ke puskesmas untuk diberikan pertolongan, namun Bunga tidak mampu bertahan. Dia sempat diberikan perawatan di Puskesmas Terawan, namun meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat.

Korban diduga mengalami keracunan dari bahan baku air yang dipergunakan untuk mengolah makanan dan minuman. Namun untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian dan korban keracunan, contoh air yang diduga tercemar limbah tersebut sudah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Seruyan untuk diperiksa.

Tuminah yang merupakan tuan rumah acara yang berujung keracunan massal itu mengaku tidak menyangka dengan peristiwa tersebut. Bahkan, Tuminah juga ikut menjadi korban keracunan massal tersebut.

"Makanan yang kami sajikan adalah masakan daging kambing, ayam dan minuman berupa es buah. Dan air yang dipergunakan untuk memasak mengambil dari kolam di sekitar perusahaan sawit PT Mustika Sembuluh," terangnya.

Menurut Tuminah, air tersebut sudah lama dipergunakan warga setempat untuk memenuhi kebutuhan karyawan di sekitar perusahaan. Hasilnya, selama ini mereka baik-baik saja.

Korban lainnya adalah Firmus. Dia mengaku tidak menyangka jika dirinya juga menjadi korban keracunan. Saat itu setelah mengonsumsi makanan dan minuman, perutnya tidak langsung mual pusing atau muntah, namun keesokan harinya sakit itu baru terasa.

"Kepala saya pusing, mual, kemudian diare pada hari Selasa (14/5), namun tidak sampai dirawat di Puskesmas. Teman saya lainnya ada yang muntah-muntah dan dibawa ke Puskesmas," demikian Firmus.


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar