Legislator imbau masyarakat Kotim waspadai peredaran uang palsu

id Legislator imbau masyarakat Kotim waspadai peredaran uang palsu,DPRD Kotim,Kotawaringin Timur,Rudianur,Sampit,Uang palsu

Seorang warga Sampit menunjukkan contoh uang palsu saat sosialisasi oleh Bank Indonesia, beberapa waktu lalu. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (ANTARA) - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Rudianur mengimbau seluruh masyarakat di daerah itu untuk mewaspadai peredaran uang palsu karena sangat rawan terjadi menjelang hari raya Idul Fitri.

"Masyarakat harus hafal dan dapat membedakan antara uang palsu dengan uang asli. Sebab jika sampai menerima uang palsu, tentunya akan sangat merugikan masyarakat sendiri," katanya di Sampit, Minggu.

Rudianur meminta masyarakat memeriksa setiap menerima uang, terutama uang dalam jumlah besar. Untuk menghindari uang palsu, hendaknya transaksi uang hanya melalui bank.

Momen menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri sering dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu. Pelaku memanfaatkan tingginya transaksi dan perputaran uang menjelang lebaran, ditambah kelengahan warga saat bertransaksi.

"Menjelang Hari Raya Idul Fitri biasanya masyarakat menukarkan uang lama dengan uang baru. Penukaran uang hendaknya dilakukan di bank, dan hindari penukaran uang dengan oknum orang yang menawarkan di pinggir jalan," ucapnya.

Cara yang paling gampang untuk mengenali ciri-ciri uang asli dan palsu adalah dengan rumus 3D. Rumus ini memang sudah lama dan banyak orang yang sudah tahu, yaitu dilihat, diraba dan diterawang.

Ciri-ciri uang palsu adalah warna pucat, luntur, patah-patah, dan tidak secerah yang asli. Tinta pembuatnya tidak menghasilkan perubahan kalau dilihat dari sudut pandang yang lain.

Warna tetap meski dilihat dari berbagai sudut.
Sedangkan untuk uang asli, warna cerah, tidak luntur, dan tidak patah-patah. Bagian kiri bawah ada optical variabel x. Dicetak dengan tinta pigmen khusus yang mana bisa berubah warna kalau dipandang dari sudut pandang berbeda. Benang pengamanngaman juga bisa berubah-ubah warna menyesuaikan sudut pandang mata.

Rudianur berharap dengan berhati-hati dan meneliti setiap uang yang diterima, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari peredaran uang palsu.

"Saya minta kepada masyarakat melaporkan ke polisi jika menerima atau mengetahui pelaku yang mengedarkan uang palsu. Dengan dilaporkan ke polisi, pelakunya diharapkan cepat ditangkap dan uang palsu tersebut tidak tersebar luas," tegasnya.


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar