Wilayah pedesaan cukup rawan terhadap peredaran Narkoba

id Polsek Sanaman Mantikai,Penangkapan Bandar Sabu,Peredaran Narkoba,Polres Katingan

Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihak Polres Katingan, puluhan paket sabu-sabu siap edar, handphone untuk komunikasi bisnis haram tersebut, dan sejumlah uang yang diduga hasil dari penjualan narkoba yang sempat beredar. (Istimewa)

Ini adalah tugas kami sebagai petugas keamanan untuk menjaga agar daerah tidak terkontaminasi hal-hal seperti itu
Kasongan (ANTARA) - Kepolisian Resort Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah mengakui bahwa peredaran narkotika dan obat-obatan di daerah tersebut cukup rawan. Mengingat peredarannya sekarang sampai ke desa-desa tidak lagi hanya berada di wilayah perkotaan.

Hal tersebut dibuktikan oleh Satuan Narkoba Polres Katingan bersama Polsek Sanaman Mantikei yang beberapa waktu lalu berhasil mengamankan tiga jaringan pengedar narkoba jenis sabu-sabu dengan lokasi yang berbeda.

"Ketiga pelaku itu bernama Zainal (25) di sebuah baraknya yang berada di Desa Tumbang Manggu, Hendri alias Palui (35) dan rekannya Dayat (36) Warga Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur di tangkap di kawasan Desa Tumbang Kaman pada hari Jumat (17/5/19) lalu," kata Kapolres Katingan AKBP Bahagia Dharma Ginting, di Kasongan, Minggu.

Ia menjelaskan, terungkapnya perbuatan ketiga pengedar sekaligus bandar di dua desa tersebut berawal Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan Iptu Gusnawardy dan Kapolsek Senaman Mantikei Ipda Fedrick Liano menerima laporan bahwa di daerah tersebut sering terjadi transaksi jual beli narkoba.

Tidak ingin daerahnya menjadi rusak, petugas dari Satres Narkoba dan Polsek Sanaman Mantikei mencari tahu kebenaran dan keberadaan para bandar sekaligus pengedar sabu-sabu tersebut di Desa Tumbang Kaman.

Hasilnya berdasarkan identitas yang sudah dikantongi sebelumnya, petugas berhasil mengetahui tempat persembunyian para pelaku kejahatan tersebut di sebuah barak Jalan UPM I. Tanpa banyak alasan petugas langsung melakukan penyergapan serta mengamankan Zainal dengan barang bukti sabu-sabu 24 paket siap edar dengan total berat enam gram.

Usai berhasil membekuk Zainal, polisi kembali mengembangkan hasil penangkapan tersebut. Berkat pengakuan Zainal, dua rekannya atas nama Hendri dan Dayat yang berada Jalan UPM Desa Tumbang Kaman, berhasil dibekuk petugas tanpa perlawanan.

Baca juga: 25 polisi pemakai narkotika menjalani rehabilitasi

"Dari tangan Hendri dan Dayat petugas berhasil mengamankan 29 paket sabu-sabu dengan berat 10 gram yang berada di dalam mobil. Penangkapan tersebut dilakukan pada pagi dan siang hari tanpa ada perlawanan apapun," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sanaman Mantikei Ipda Fedrick Liano mencurigai, sabu-sabu tersebut baru datang dan rencananya akan segera diedarkan ke wilayah Kecamatan Sanaman Mantikei.

Perkara ini juga akan dilakukan pengembangan di daerah wilayah hukum polsek setempat, hanya saja untuk jaringan di luar daerah itu diserahkan ke pihak Satres Narkoba Polres Katingan.

"Kami terus berusaha untuk mencari tahu siapa-siapa saja yang terlibat dalam bisnis haram yang sudah masuk sampai wilayah sini. Ini adalah tugas kami sebagai petugas keamanan untuk menjaga agar daerah tidak terkontaminasi hal-hal seperti itu," ucap Fedrick.

Ditambahkan Perwira Polri yang baru menjabat sebagai Kapolsek sekitar dua bulan tersebut, ia berkomitmen untuk terus mengantisipasi peredaran narkoba masuk ke wilayah Senaman Mantikei yang berpotensi memberikan dampak negatif kepada masyarakat.

"Sesuai perintah bapak Kapolda Irjen Pol Anang Revandoko dan Kapolres Katingan AKBP Bahagia Dharma Ginting untuk terus memberikan imbauan dan antisipasi masalah Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terutama peredaran narkoba, apalagi pak Gubernur Kalteng Sugianto Sabranmenyerukan basmi narkoba di Kalteng," tandasnya.

Baca juga: Puluhan polisi jalani rehabilitasi narkoba di RS Bhayangkara

Pewarta :
Editor : Rachmat Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar