Ini tiga lokasi yang diusulkan untuk pembangunan RS tipe A

id Pemprov kalteng, pemerintah provinsi kalimantan tengah, pembangunan rumah sakit tipe A, kpbu, dinas kesehatan, kadinkes kalteng suyuti syamsul,Tjilik

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul. (Foto Antara Kalteng/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul menjelaskan, ada tiga lokasi yang diusulkan sebagai tempat pembangunan rumah sakit tipe A.

"Pemerintah pusat meminta kami menyiapkan tiga lokasi sebagai alternatif pembangunan rumah sakit tipe A," katanya di Palangka Raya, Rabu.

Selain km 38 Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, dua lokasi lainnya yang juga diusulkan dan masuk dalam studi pendahuluan, yaitu km 28 Tjilik Riwut dan kawasan Nyaru Menteng.

Suyuti mengatakan, nantinya tim dari pemerintah pusatlah yang menentukan mana lokasi yang paling layak dan strategis dari sisi bisnis dan lainnya. Termasuk melakukan perhitungan atau kajian terhadap kondisi tanah di lokasi tersebut.

"Kondisi tanah juga sangat memengaruhi, sebab semakin sulit dilakukan pembangunan maka biaya yang dikeluarkan juga akan semakin besar," jelasnya kepada Antara Kalteng.

Baca juga: Maksimalkan pemenuhan kesehatan warga Kalteng melalui RS tipe A

Baca juga: Studi pendahuluan selesai, pembangunan RS tipe A dimulai tahun 2020


Saat ini studi pendahuluan telah selesai dan berlanjut ke tahap selanjutnya yakni outline busniess case (OBC). OBC merupakan tahap penjelasan secara rinci terkait cakupan biaya, keterjangkauan, resiko, rute pengadaan hingga jadwal proyek pembangunan.

Ia memaparkan, berdasarkan perkembangan saat ini dari setiap tahapan yang sedang dilaksanakan, diperkirakan transaksi atau pembangunan rumah sakit bisa dimulai pada tahun 2020 mendatang.

"Bersama-sama kita tunggu saja, karena tahapan OBC dan lainnya dilakukan oleh pemerintah pusat. Sedangkan pemerintah provinsi mendapat bagian pada tahapan konsultasi publik," tuturnya.

Untuk diketahui, pembangunan RS tipe A menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Skema ini dinilai sangat tepat agar pemenuhan kebutuhan kesehatan di Kalteng dapat segera dilakukan secara maksimal.

Sebab apabila hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng, maka akan memerlukan waktu yang cukup lama. Pihaknya pun berharap, semua tahapan bisa segera diselesaikan tanpa mengalami kendala.

Baca juga: Biaya pembangunan RS tipe A Kalteng diperkirakan mencapai Rp1 triliun

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar