Puncak arus balik melalui Pelabuhan Kumai diprediksi Jumat

id Puncak arus balik melalui Pelabuhan Kumai diprediksi Jumat,Arus mudik,Lebaran,Pelabuhan Kumai,Penumpang

Kapal milik PT DLU yaitu KM Dharma Rucitra 9 sandar di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Minggu (9/6/2019). (Foto Antara Kalteng/Koko Sulistyo)

Pangkalan Bun (ANTARA) - Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kumai , Wahyu Prihanto memprediksi arus balik pemudik lebaran 2019 akan mencapai puncaknya pada Jumat (14/6).

"Puncaknya kami prediksi tanggal 14 Juni 2019 atau H+8. Sesuai jadwal, hari itu ada tiga kapal yang akan masuk ke Kumai yang membawa pekerja perkebunan dari Pulau Jawa," kata Wahyu Prihanto saat dihubungi dari Pangkalan Bun, Rabu.

Prediksi tersebut setelah melihat sejak H+1 hingga H+5 pemudik yang kembali dari liburan Lebaran melalui Pelabuhan Panglima Utar, Kumai jumlahnya terus meningkat.

Berdasarkan data realisasi kedatangan dan keberangkatan kapal penumpang angkutan lebaran di Pelabuhan Kumai, per tanggal 11 Juni 2019 tercatat ada dua kapal laut yaitu KM Bukit Raya yang tiba dengan membawa sebanyak 541 penumpang dari Surabaya  dan KM Satya Kencana III dengan penumpang sebanyak 213 penumpang.

Sesuai jadwal, akan ada beberapa kedatangan kapal penumpang di pelabuhan Panglima Utar, baik menggunakan kapal laut milik PT Pelni maupun DLU serta ASDP.

"Tercatat sebanyak 2.130 pemudik sudah kembali berdatangan sejak H+1 melalui jalur laut di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat," ungkapnya. 

Sementara itu, untuk arus mudik lebaran tahun 2019, jumlah penumpang tercatat meningkat dibanding saat arus mudik pada tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan untuk periode arus mudik dari H-15 sampai H-1 lebaran tahun 2018 tercatat sebanyak 21.402 penumpang yang berangkat ke berbagai tujuan di Pulau Jawa dan tahun 2019 jumlah tersebut meningkat menjadi 21.964 penumpang.

Wahyu menjelaskan, puluhan ribu pemudik tersebut berangkat dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, dengan menggunakan kapal milik PT Pelni, DLU serta ASDP.

"Kalau dibandingkan secara kumulatif dari tahun 2018 lalu berdasarkan tabel sesuai instruksi di data jumlahnya meningkat pada tahun ini, walau tidak signifikan," demikian Wahyu.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar