Warga Lamandau akhirnya meninggal di RSUD Muara Teweh

id rsud muara teweh,dinas sosial pmd barito utara,warga lamandau meninggal di muara teweh

Warga Lamandau akhirnya meninggal di RSUD Muara Teweh

M Subitro ketika mendapat perawatan di RSUD Muara Teweh. (Istimewa)

Muara Teweh (ANTARA) - Setelah sempat dilarikan dan menjalani pengobatan di rumah sakit umum daerah ( RSUD) Muara Teweh karena mengalami penyakit yang cukup parah,  M Subitro (66) warga Kelurahan Nanga Bulik Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau, yang merantau ke Kabubaten Barito Utara  akhirnya meninggal dunia.

Pasien meninggal Dunia pada Senin (17/6) sekitar pukul 10.15 WIB, karena penyakit yang dideritanya, M Subitro masuk rumah sakit pada Kamis (13/6) sekitar pukul 21.12 WIB. 

"Pasien di antar kesini (Rumah sakit) karena sakit yang cukup parah, sehingga di rawat ke ruang ICU Isolasi I A lantai 3 dan tidak seperti pasien lainnya yang di dampingi sanak keluarga, dia malah sebaliknya tidak ada yang mendampingi," katanya Direktur RSUD Muara Teweh  drg Dwi Agus Setijowati melalui Humas RSUD Muara Teweh, Agus Redha, Senin.

Ditanya, apakah pasien akan langsung dimakamkan, Agus mengatakan kalau untuk masalah pemakaman biasanya dari pihak Dinas Sosial. Sementara, rumah sakit hanya fokus masalah pelayanan pengobatan. 

"Yang jelas pihak rumah sakit akan tetap melayani serta memberikan pelayanan dan pengobatan yang terbaik dan selayaknya, karena itu merupakan kewajiban untuk melayani masyarakat," katanya.

M Subitro merantau ke Barito Utara dengan tujuannya untuk mencari pekerjaan. Pasien tidak punya anak ataupun istri selama satu tahun di Barito Utara, makan minum dari pemberian masyarakat. 

"Sedangkan, untuk tempat tinggal dia tidur di jalan-jalan ataupun Pasar Gembira Muara Teweh," kata Agus.

Sementara Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Barito Utara Eveready Noor mengatakan jenazah dibawa pihak keluarganya dari Desa Pendreh Kecamatan Teweh Tengah  untuk dimakamkan di pemakaman Kristen.

"Yang bersangkutan dimakamkan di Desa Pendreh oleh pihak yang mengaku  keluarganya," kata Pery panggilan akrabnya.
 

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar