Sejumlah rumah dan sekolah di Desa Hanjalipan Kotim terendam banjir

id kotawaringin timur,kotim,banjir di kotim

Sejumlah anak SD di Desa Hanjalipan berjalan di genangan air saat pulang sekolah, kemarin. (Foto Jurnalis Warga)

Sampit (ANTARA) - Kepala Desa Hanjalipan Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Sapransyah membenarkan bahwa di wilayahnya sejumlah rumah dan bangunan sekolah dasar terendam banjir sejak 13 Juni 2019.

"Banjir itu membuat aktivitas warga dan proses belajar mengajar terganggu," kata Sapransyah di Sampit, Selasa.

Kedalaman air berkisar antara 50 cm hingga 1 meter dari permukaan jalan desa. Banjir memang sering merendam desa tersebut, utamanya saat  terjadi hujan lebat dalam kurun waktu lama sehingga mengakibatkan aliran sungai Mentaya meluap.

Baca juga: Masyarakat di kawasan hulu Kotim waswas banjir susulan

Meski terendam banjir belum ada warga desa yang mengungsi ketempat yang lebih aman karena banjir dianggap tidak membahayakan. Sedangkan proses belajar menghajar dihentikan hingga waktu yang tidak ditentukan.

"Beruntung banjir tersebut terjadi setelah para siswa SD setempat menggelar ujian semester. Sehingga tidak terlalu berdampak pada siswa," terang Sapransyah.

"Saya telah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai datangnya banjir yang lebih besar karena saat ini masih sering terjadi hujan lebah baik di daerah itu maupun di wilayah bagian hulu sungai," kata Sapransyah.

Baca juga: Pemprov Kalteng segera salurkan bantuan pangan ke korban banjir

Baca juga: BPBD Kotim imbau masyarakat waspadai banjir parah


Sementara itu, Kepala Bagian Pencegahan dan Kesiap Siagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Punding membenarkan banjir yang merendam Desa Hanjalipan.

"Laporan pihak desa dan kecamatan yang kami terima banjir sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dan kami terus memantau banjir di desa tersebut," ungkapnya.

Dikatakannya, tidak ada korban dalam banjir tersebut, namun akibat banjir itu beberapa rumah warga dan bangunan sekolah ikut terendam. Dan banjir juga telah mengganggu aktivitas warga.

Banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur sebelumnya juga merendam beberapa desa di Kecamatan Tualan Hulu dan Desa Ujung Pandaran.  Banjir terjadi akibat tinggi curah hujan.


Baca juga: Banjir di Kotim meluas akibat curah hujan tinggi

Baca juga: Korban banjir di Kotim waswas sungai kembali meluap

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar