Masih sangat sedikit BUMDes Kotim berkontribusi pendapatan

id Masih sangat sedikit BUMDes Kotim berkontribusi pendapatan,BUMDes,Kotim,Kotawaringin Timur,Sampit,Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa,Hawianan

Masih sangat sedikit BUMDes Kotim berkontribusi pendapatan

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kotawaringin Timur Hawianan. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah terus mendorong seluruh desa untuk membentuk dan menjalankan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) secara optimal agar bisa berkontribusi terhadap pendapatan asli desa.

"Dari 168 desa, baru tujuh BUMDes mampu berkontribusi. Padahal, sudah ada undang-undang yang mengatur tentang BUMDes, bahkan tahun 2016 lalu sudah dibuat peraturan bupatinya, tapi kenyataannya tiga tahun ini baru tujuh BUMDes yang berkontribusi," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kotawaringin Timur Hawianan di Sampit, Sabtu.

Kotawaringin Timur memiliki 168 desa yang tersebar di 17 kecamatan. Setiap desa mengelola anggaran cukup besar yaitu rata-rata di atas Rp1 miliar.

Selain menjalankan pembangunan, seluruh desa didorong membentuk BUMDes dengan menggali potensi masing-masing desa. Jika dioptimalkan, BUMDes bisa berkontribusi untuk pendapatan asli desa sehingga lebih menunjang pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BUMDes menjadi peluang bagi desa untuk mandiri dan meningkatkan pembangunan. Sayangnya fakta di lapangan, saat ini hanya sedikit desa yang menangkap peluang besar ini.

Kondisi itulah yang mendorong Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kotawaringin Timur Hawianan menggelar Tim Klinik BUMDes pada Senin (17/6) lalu. Kegiatan yang menghadirkan pelaku usaha berpengalaman itu diharapkan dapat memberi pengetahuan bagi aparatur desa sebagai modal mengelola BUMDes.

Menurut Hawianan, selama ini banyak desa yang mengalokasikan anggaran untuk membentuk BUMDes, namun aparatur desa diduga ragu untuk melaksanakannya sehingga belum juga menjalankan BUMDes.

"Kalau memang belum mampu menjalankan BUMDes, untuk sementara bisa juga menanamkan modal ke BUMDes milik desa lain dengan sistem kerja sama," jelas Hawianan.

Pemerintah kabupaten terus mendorong peningkatan sumber daya manusia dan kemampuan aparatur desa. Harapannya agar potensi bisa terus digali dan dikembangkan demi kemajuan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hawianan juga mengingatkan kepala desa dan jajarannya untuk mematuhi aturan, terlebih dalam hal pengelolaan keuangan. Dia berharap tidak ada lagi kepala desa maupun aparatur lainnya yang terseret kasus hukum lantaran menyalahgunakan keuangan desa atau pelanggaran hukum lainnya.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar