Dinas Pendidikan Kotim anggap wajar kritikan pemberlakuan zonasi PPDB

id Dinas Pendidikan Kotim anggap wajar kritikan pemberlakuan zonasi PPDB,Suparmadi,Sampit,PPDB,Kotim,Kotawaringin Timur

Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP Muhammad Irfansyah (kanan) dan Kepala SMP Negeri 2 Sampit Abdurrahman. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Suparmadi menganggap kritikan dan masukan dari masyarakat terhadap sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) merupakan hal wajar.

"Penolakan secara langsung tidak ada, tapi masukan dan kritikan itu biasa. Kami yakin sistem zonasi ini terbaik dan sangat bermanfaat untuk pemerataan sebaran dan kualitas pendidikan," kata Suparmadi didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP Muhammad Irfansyah di Sampit, Senin.

Pemberlakuan sistem zonasi merupakan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dilaksanakan di seluruh daerah. Bagi Kotawaringin Timur, ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan sistem zonasi PPDB.

Suparmadi mengatakan, hari ini merupakan hari pertama PPDB tingkat SMP. Hasil pemantauan di sejumlah sekolah, khususnya di kawasan Kota Sampit, semua berjalan lancar.

Animo masyarakat sangat tinggi. Suparmadi menegaskan, pemerintah tidak ada menetapkan sekolah tertentu sebagai sekolah favorit. Semua sekolah diberlakukan sama dan sama-sama didorong serta difasilitasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.

Pemerintah ingin memberdayakan semua satuan pendidikan, salah satunya melalui pemberlakuan sistem zonasi. Sistem ini akan membuat pemerataan sebaran siswa dan mutu pendidikan.

"Dengan sistem zonasi, tidak terjadi lagi penumpukan di sekolah yang dianggap favorit. Zonasi juga untuk memberikan kesempatan kepada anak yang dekat dengan sekolah untuk menimba pendidikan di sekolah itu," sambung Suparmadi.

Dinas Pendidikan sudah menghitung jumlah lulusan dan daya tampung. Suparmadi meyakinkan sekolah yang ada akan mampu menampung seluruh siswa asalkan semua mau sekolah sesuai zona tempat tinggal masing-masing.

Suparmadi menegaskan, belum ada informasi bahwa sistem zonasi dibatalkan. Informasi terbaru hanyalah perubahan persentase atau kuota penerimaan siswa baru sesuatu zona sekolah.

Sebelumnya, persentase PPDB sistem zonasi ditetapkan sebesar 90 persen siswa baru sesuai zona, lima persen siswa berprestasi dan lima persen siswa pindahan. Ketentuan terbaru yaitu 80 persen siswa baru sesuai zona, 15 persen siswa berprestasi dan lima persen siswa pindahan.

Sistem zonasi tetap memberi kesempatan bagi siswa mendaftar sekolah di luar zona atau kecamatan tempat tinggalnya. Caranya yaitu melalui jalur prestasi yang kuotanya ditetapkan sebesar 15 persen dari total kuota siswa baru.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar