Keluarga di Kalteng diajak waspadai era revolusi industri 4.0

id bkkbn kalteng,revolusi industri 4.0,Keluarga di Kalteng diajak waspadai era revolusi industri 4.0

Keluarga di Kalteng diajak waspadai era revolusi industri 4.0

Warga Palangka Raya saat antre di kantor Disdukcapil (Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Keluarga yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah diajak untuk mewaspadai dan melakukan upaya penyesuaian saat memasuki era revolusi industri 4.0.

"Revolusi modern ini menjadi harapan sekaligus juga tantangan bagi masyarakat Indonesia sehingga keluarga termasuk di daerah ini dituntut beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi," kata Plt Kepala BKKBN Kalteng, Satyawati Kusumawijaya di Palangka Raya, Sabtu.

Menurut dia, revolusi industri yang terus berkembang berpengaruh langsung terhadap kondisi struktural maupun kultural bermasyarakat. Industri generasi keempat ini pun dapat mempengaruhi pada perilaku individu bahkan institusi secara kolektif.

Empat hal tersebut dicetuskan sebagai upaya membentengi diri dan keluarga akibat adanya perubahan lingkungan strategis yang terjadi dengan cepat, dimana suatu hal yang dipandang baik bagi kehidupan keluarga pada beberapa dekade yang lalu, belum tentu saat ini dapat diterima.

Terlebih dengan gaya hidup yang makin modern dan kesibukan orang tua yang semakin meningkat, akan berdampak pada tatanan kehidupan keluarga.

Misalnya waktu berkumpul dengan keluarga secara kualitas mulai terasa terabaikan dan terjadi kesenjangan komunikasi antara orang tua dan anak karena terbatasnya waktu untuk mendengarkan keluh kesah atau problematika terutama pada anak remaja.

"Contoh lain yakni keluarga sering tidak tanggap atau kurang peduli pada kejadian-kejadian di lingkungan sekitarnya dan budaya gotong royong antar warga, antar masyarakat bisa dikatakan hampir luntur," katanya.

Untuk itu melalui momen peringatan hari keluarga nasional (Harganas) 2019, BKKBN terus mengedepankan keikutsertaan keluarga dan mencerminkan penerapan empat pendekatan ketahanan keluarga.

Pendekatan tersebut yaitu Keluarga berkumpul (reuniting), Keluarga berinteraksi (interacting), Keluarga berdaya (empowering) dan Keluarga peduli dan berbagi (sharing and caring).

"Dalam rangka menciptakan generasi berkualitas masyarakat juga harus selalu melaksanakan delapan fungsi keluarga meliputi ungsi agama, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pendidikan, reproduksi, sosial budaya dan fungsi lingkungan," katanya.

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar