Kotim prioritas nasional penanganan stunting, 10 desa ini jadi sasaran

id Kotim prioritas nasional penanganan stunting, 10 desa ini jadi sasaran,Stunting,Kotawaringin Timur,Kotim,Sampit,Dinas Kesehatan

Kotim prioritas nasional penanganan stunting, 10 desa ini jadi sasaran

Penandatangan komitmen bersama dilaksanakan dalam acara rembuk stunting di Kotawaringin Timur, Senin (15/7/2019). (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (ANTARA) - Masih tingginya angka stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah membuat kabupaten ini menjadi salah satu daerah prioritas penanganan stunting secara nasional.

"Tahun 2019 ini Kotawaringin Timur ditetapkan pemerintah sebagai salah satu kabupaten yang menjadi prioritas penanganan stunting dari 160 kabupaten/kota se-Indonesia," kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kotawaringin Timur H Nur Aswan di Sampit, Senin.

Hal itu disampaikan Aswan saat membuka rembuk stunting yang dihadiri perwakilan perangkat daerah, camat, kepala desa, lurah, kepala puskesmas, PKK, akademisi dan lainnya. Kegiatan juga diisi penandatanganan komitmen bersama menanggulangi stunting.

Ada sepuluh desa di Kotawaringin Timur yang dijadikan lokus penanggulangan stunting, yakni tiga desa di Kecamatan Bukit Santuai terdiri Desa Tumbang Saluang, Tumbang Rawan dan Tumbang Kaminting, dua desa di Kecamatan Teluk Sampit meliputi Desa Ujung Pandaran dan Lempuyang.

Selain itu Desa Rantau Suang Kecamatan Telaga Antang, Desa Babaung Kecamatan Pulau Hanaut, Desa Bukit Harapan Kecamatan Parenggean, Desa Bawan Kecamatan Mentaya Hulu dan Desa Handil Sohor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Aswan menjelaskan, stunting merupakan gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Anak stunting cenderung lebih kerdil dibanding anak seusianya.

Penanggulangan stunting bukan hanya tugas dan tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi juga semua pemangku kepentingan, tidak terkecuali masyarakat dalam menjaga asupan gizi anak serta lingkungan yang bersih dan sehat.

Penanganan stunting dilaksanakan secara terintegrasi melibatkan semua pemangku. Rembuk stunting dinilai penting untuk menggugah kepedulian pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa untuk peduli dan berkomitmen membantu penanggulangan stunting.

"Penanggulangan stunting tidak bisa dalam waktu singkat sehingga perlu komitmen agar ini dilakukan berkelanjutan. Mulai bayi dilahirkan sampai SD dengan pemantauan gizi dan pemenuhan gizi," ujar Aswan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur Umar Kaderi mengatakan, rembuk stunting sengaja dilaksanakan untuk mendukung gerakan nasional percepatan perbaikan gizi. Kegiatan itu juga untuk menyampaikan hasil anasilis dan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting di Kotawaringin Timur.

"Dari kegiatan ini kami berharap bisa membangun komitmen bersama dalam penurunan dan pencegahan stunting, integrasi kegiatan, serta terbangunnya koordinasi dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan," demikian Umar.


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar