Inter terus berjuang dapatkan Lukaku

id Lukaku, inter milan beli lukaku, perjuangan inter dapatkan lukaku

Inter terus berjuang dapatkan Lukaku

Romelu Lukaku (REUTERS/FELINE LIM)

Jakarta (ANTARA) - Inter Milan masih belum menyerah untuk bisa mendapatkan penyerang Romelu Lukaku dari Manchester United, kendati tak kunjung menemui kesepakatan soal harga.

Direktur Inter Beppe Marotta menyatakan bahwa United meminta harga terlalu besar untuk Lukaku, namun ia bersikeras pihaknya masih bekerja untuk bisa mendaratkan legiun Belgia itu, demikian dilansir Sky Sports, Selasa dini hari WIB.

"Kami sudah mengajukan penawaran penting kepada Manchester United untuk Lukaku, namun mereka meminta terlalu banyak untuk Romelu," kata Marotta.

"Kami tak mencapai kesepakatan, namun kami masih bekerja untuk bisa mendatangkan Lukaku," ujarnya menambahkan.

Inter sebelumnya sempat mengajukan tawaran senilai 54 juta poundsterling tanpa klausa tambahan untuk bisa membeli Lukaku namun ditolak oleh United.

United bersikukuh mereka harus bisa meraup sekurang-kurangnya 79 juta poundsterling, yang sempat mereka keluarkan untuk mendatangkan Lukaku dari Everton tiga musim lalu.

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, sebab sepak bola terkadang aneh," katanya.

"Kami sudah mengajukan tawaran yang pantas dan penting dengan mempertimbangkan nilai si pemain," ujar Marotta melengkapi.

Lukaku lewat akun instagram pribadinya mengunggah foto ia bersama agennya Federico Pastorello dengan membubuhkan keterangan "Segera berlanjut" disertai emotikon perintah menutup mulut.
Selain Inter, Juventus juga dikabarkan tertarik untuk mendatangkan Lukaku dengan skema pertukaran yang melibatkan Paulo Dybala menyeberang ke arah berlawanan.

Masa depan Lukaku di United kian remang-remang menyusul keputusan tim tak membawanya dalam rombongan yang bertolak ke Norwegia untuk laga pramusim melawan Kristiansund pada Selasa setempat.

Penyerang tim nasional Belgia itu juga tak dimainkan dalam empat laga tur pramusim di Australia, Singapura dan China, yang disebut karena alasan kesehatan.
 

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar