Tidak ada diskriminasi, malah diutamakan

id Tidak ada diskriminasi, malah diutamakan,BPJS Kesehatan,Sampit,Kotim,Kotawaringin Timur

Warga antre untuk mengurus administrasi di loket BPJS Kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit, Selasa (30/7/2019). (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (ANTARA) - Anggapan bahwa pasien yang menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dinomorduakan atau dipersulit, masih sering muncul, namun itu tidak berlaku di RSUD dr Murjani Sampit Kabupaten  Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah.

Begitulah jaminan manajemen rumah sakit setempat. Mereka memastikan akan memberikan pelayanan terbaik yang sama kepada setiap pasien, terlebih kepada pasien peserta JKN-KIS.

"Pelayanan juga dipermudah. Wajar ini menjadi perhatian utama kami karena 93 sampai 97 persen pasien yang berobat ke rumah sakit ini
merupakan peserta JKN," kata Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD dr Murjani Sampit, dr Yudha Herlambang di Sampit, Selasa.

Yudha menegaskan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Tidak hanya dalam hal fasilitas
kesehatan, tetapi juga terkait cara pemberian pelayanan oleh petugas kepada pasien dan keluarga pasien.

Pihak rumah sakit juga menyediakan loket khusus untuk pelayanan bagi masyarakat yang berobat melalui program JKN-KIS. Fasilitas itu agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan melalui program tersebut.

"Terkait prosedur standar JKN itu kan domain BPJS Kesehatan. Kami sebagai penyedia jasa layanan selalu siap memberikan pelayanan maksimal kepada semua pasien," kata Yudha.

Komitmen serupa juga dilakukan petugas kesehatan dan fasilitas kesehatan hingga di kecamatan-kecamatan pelosok. Tidak ada diskriminasi terhadap warga yang berobat menggunakan kartu JKN-KIS.

Dwi Anggriani, salah seorang bidan yang  bertugas di Kecamatan Mentaya Hilir Utara mengatakan, selama ini tidak ada kendala dalam pelayanan pasien yang menggunakan kartu JKN-KIS. Warga desa setempat dengan mudah mengakses layanan kesehatan di semua tingkatan fasilitas kesehatan menggunakan kartu JKN-KIS.

"Jika ada pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit di Sampit pun, prosesnya tidak susah. Kami dampingi sampai ke rumah sakit,
sesampainya di sana langsung dilayani oleh petugas. Pokoknya asalkan kartu JKN-KIS pasien tersebut aktif, semua dilayani dengan cepat," kata Dwi Anggriani.

Menurut bidan yang akrab disapa Anggie ini, program JKN-KIS sangat membantu masyarakat, terlebih di desa-desa di pelosok yang dihuni warga kurang mampu. Kini masyarakat tidak memikirkan lagi biaya pengobatan.

Kemudahan pelayanan kesehatan menggunakan JKN-KIS bukan klaim sepihak pengelola fasilitas kesehatan selaku penyedia layanan kesehatan.

Kemudahan dan peningkatan layanan itu memang dirasakan masyarakat yang menggunakan JKN-KIS, tidak terkecuali bagi mereka yang termasuk peserta penerima bantuan iuran (PBI) dari pemerintah.

Zainal, seorang warga Sampit mengaku sangat merasakan manfaat JKN-KIS. Dia termasuk orang yang tidak sependapat dengan anggapan bahwa berobat menggunakan JKN-KIS susah, berbelit-belit dan tidak diprioritaskan.

Akhir 2018 lalu dia menderita gangguan pada saluran kencing dan  ginjal yang mengharuskan dirinya menjalani perawatan hingga operasi.
Awalnya pria yang berprofesi sebagai guru ini dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit, namun supaya mendapatkan penanganan lebih intensif, Zainal dirujuk ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya dan menjalani operasi di rumah sakit tersebut.

“Semua mudah dan gratis. Tidak ada dipersulit, bahkan saya ditawari kalau mau dirujuk ke Jawa pun bisa, tapi saya memilih cukup dioperasi di Palangka Raya saja karena di sana juga sudah mampu menangani penyakit saya. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh,” ujar Zainal berbagi pengalaman.

Pengalaman serupa juga diungkapkan Redy Setiawan yang kini menjabat Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kotawaringin Timur. Program JKN-KIS benar-benar dirasakannya sangat membantu ketika beberapa tahun lalu dia menderita penyakit jantung dan harus menjalani operasi.

Melalui program JKN-KIS, dia dan keluarganya tidak pusing memikirkan biaya operasi tersebut karena ditanggung BPJS Kesehatan. Menurutnya, itu sangat luar biasa karena biaya operasi jantung sangat mahal, namun dia tidak perlu memikirkan membayar biaya operasi itu.

Pengalaman itulah membuat pria yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kotawaringin Timur itu getol menggandeng BPJS Kesehatan dan mendorong agar aparatur pemerintah desa didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS sehingga mereka tidak perlu risau jika hendak berobat saat sakit.

Staf Employe Self Hospital Goodhope Anang Agustiawan mengakui pelayanan fasilitas kesehatan terhadap pasien peserta JKN-KIS terus meningkat. Grup Goodhope yang merupakan perusahaan besar swasta perkebunan kelapa sawit sudah mengintegrasikan jaminan kesehatan seluruh karyawan di semua perusahaan mereka menjadi peserta JKN-KIS sejak program jaminan kesehatan itu dimulai pada 2015 lalu.

"Kondisi yang sering ditemui di lapangan adalah terkadang pekerja belum tahu prosedurnya sehingga bisa menimbulkan miskomunikasi dengan petugas. Makanya saya ditugaskan untuk mendampingi mereka. Sejauh ini semua berjalan lancar, tapi kami tentu terus berharap pelayanan di semua tingkatan fasilitas kesehatan terus ditingkatkan," harap Anang.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sampit Adrielona mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan 51 fasilitas kesehatan, yang terdiri dari satu rumah sakit, 20 puskesmas, 11 klinik, 11 dokter praktek pribadi, tiga klinik TNI dan Polri dan enam apotek serta
optik.

Hingga Juni 2019, penduduk Kotawaringin Timur yang sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS sebanyak 399.933 atau 97,11 persen dari total jumlah penduduk 411.852 jiwa. 

BPJS Kesehatan sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dengan memberi penghargaan Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Kesehatan Semesta pada Oktober 2018 lalu.

“Kami terus berkomunikasi dengan pengelola fasilitas kesehatan untuk mengingatkan mereka agar peserta JKN-KIS dilayani dengan baik. Kami juga terus memantau pelayanan yang mereka berikan kepada masyarakat,” demikian Adrielona.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar