JKN-KIS sudah menjadi kebutuhan

id JKN-KIS sudah menjadi kebutuhan,BPJS Kesehatan,Sampit,Kotawaringin Timur,Kotum,Klik

Deputi Direksi Wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara BPJS Kesehatan Benjamin Saut PS (kanan) menyerahkan penghargaan UHC kepada Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi, Rabu (28/11/2018) lalu. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (ANTARA) - Joni Abdi tampak bersemangat ketika diajak berbincang tentang program jaminan kesehatan. Dengan wajah serius dia memberi nasihat tentang pentingnya memiliki jaminan kesehatan karena siapapun tidak bisa mengetahui kapan dia akan sakit dan membutuhkan pengobatan.

“Apa yang pernah saya alami bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Dulu saya sempat kelimpungan ketika anak-anak saya masuk rumah sakit, sementara saat itu saya belum menjadi peserta JKN-KIS. Makanya setelah itu saya langsung mendaftar JKN-KIS,” kata wirausahawan itu di Sampit, Rabu.

Joni Abdi bercerita, tahun 2015 lalu dua putranya terpaksa dirawat di RSUD dr Murjani Sampit karena terserang penyakit demam berdarah dengue. Kejadian itu tentu sama sekali tidak pernah terduga oleh keluarganya.

Selain khawatir dengan kondisi kedua putranya, beban pikiran Joni Abdi juga bertambah karena harus mencari biaya untuk pengobatan. Saat itu dia harus membayar lebih dari Rp17 juta untuk biaya pengobatan kedua putra kesayangannya itu.

Saat itulah dia menyadari pentingnya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Kini dia bahkan berpendapat bahwa menjadi peserta JKN-KIS bukan saja sebuah keharusan, tetapi justru merupakan sebuah kebutuhan.

Sebagai kepala keluarga, dia bertanggung jawab dan wajib memberi jaminan kesehatan bagi istri dan anak-anaknya. Siapapun tidak ingin sakit, tapi sudah seharusnya mengantisipasi jika sakit itu datang, caranya yaitu dengan memastikan jaminan pelayanan kesehatan.

“Kita harus menyadari bahwa tujuan pemerintah membuat program JKN-KIS ini sangat mulia, yaitu untuk melindungi dan memberi jaminan pelayanan kesehatan untuk kita juga. Tidak ada ruginya kita membayar iuran JKN-KIS. Kalau kita tidak sakit, ya kita harus bersyukur. Soal iuran yang kita keluarkan, ikhlaskan itu untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan melalui program ini,” ucap Joni Abdi.

Pentingnya JKN-KIS juga makin disadari kalangan dunia usaha. Tingkat kesadaran perusahaan besar mendaftarkan pekerja mereka menjadi peserta JKN-KIS terus meningkat, apalagi program ini memang membawa banyak manfaat bagi perusahaan dalam menjamin pelayanan kesehatan bagi seluruh pekerja mereka.

Senior Manager Musim Mas Group Wilayah Kalimantan Tengah Teuku Kanna mengatakan, perusahaan-perusahaan mereka yang bernaung di bawah bendera Musim Mas Group sudah berkomitmen mendaftarkan seluruh pekerja menjadi peserta JKN-KIS sejak program itu diluncurkan pada 2015 lalu.

Kanna mencontohkan, salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit mereka yaitu PT Sukajadi Sawit Mekar telah mendaftarkan sekitar 2.500 pekerjanya menjadi peserta JKN-KIS. Pihak perusahaan memandang program JKN-KIS bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi merupakan kebutuhan bagi perusahaan untuk memproteksi pekerja dalam hal jaminan pelayanan kesehatan.

“Jangan membandingkan dana yang harus dikeluarkan untuk membayar iuran JKN-KIS karena kita tentu tidak ingin sakit. Ini lebih pada komitmen perusahaan melindungi karyawan, apalagi ini juga bisa membantu pengobatan masyarakat luas,” kata Kanna.

Secara internal, program JKN-KIS juga membuat perusahaan memiliki kepastian dalam mengalokasikan anggaran untuk jaminan pelayanan kesehatan pekerja. Manfaatnya juga sangat besar karena perusahaan makin mudah dalam urusan pengobatan pekerja, bahkan jika ada yang harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.

Staf Employe Self Hospital Goodhope Anang Agustiawan menyebutkan, saat ini total pekerja di seluruh perusahaan mereka sebanyak 10.830 orang. Untuk membayar iuran kepesertaan JKN-KIS seluruh pekerja dan anggota keluarganya tersebut, pihak perusahaan mengeluarkan dana hingga Rp700 juta setiap bulannya.

“Dengan program JKN-KIS ini kami lebih mudah membantu jika ada pekerja atau keluarganya yang sakit. Bahkan dengan menggunakan JKN-KIS, bisa dirujuk hingga ke rumah sakit di Pulau Jawa jika ada yang membutuhkan penanganan intensif,” kata Anang.

Komitmen tinggi terhadap program JKN-KIS juga ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dengan mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk mendaftarkan seluruh penduduknya menjadi peserta JKN-KIS.

Bupati H Supian Hadi menyebutkan, 2019 ini telah dialokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar untuk membiayai sekitar 100.000 jiwa penduduk untuk menjadi peserta JKN-KIS untuk kelompok penerima bantuan iuran APBD.

“Jangan sampai ada penduduk Kotawaringin Timur yang tidak bisa berobat karena alasan tidak ada biaya. Kalau itu terjadi, maka berdosa kita selaku pemerintah membiarkan atau lalai tentang masalah itu. Program JKN-KIS ini wujud pemerintah melindungi penduduk dengan memberikan jaminan pelayanan kesehatan,” kata Supian Hadi.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Rimbun mengatakan, DPRD sangat mendukung program JKN-KIS karena sangat bermanfaat bagi masyarakat. Hal itulah yang menjadi pertimbangan DPRD menyetujui
anggaran untuk membiayai kepesertaan JKN-KIS bagi penduduk yang masuk kategori penerima bantuan iuran APBD.

“Kami mengawal anggaran untuk memastikan semua dialokasikan sesuai kebutuhan. Kami mengingatkan pemerintah kabupaten untuk teliti mendata agar tidak ada penduduk yang tertinggal dalam program JKN-KIS ini,” harap Rimbun.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan Cabang Sampit, hingga Juni 2019 jumlah penduduk Kotawaringin Timur yang sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS sebanyak 399.933 orang atau 97,11 persen dari total jumlah penduduk 411.852 jiwa.

BPJS Kesehatan mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dengan memberi penghargaan Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Kesehatan Semesta pada Oktober 2018 lalu.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sampit Adrielona mengatakan, koordinasi dengan pemerintah daerah terus ditingkatkan untuk mengoptimalkan program JKN-KIS di Kabupaten Kotawaringin Timur. Pihaknya juga rutin menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi jika ada kendala maupun kondisi yang harus disikapi bersama demi optimalisasi  program JKN-KIS.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar