BNN: Ganja bikin bodoh bukan penyebab meninggal

id bnn,ganja,narkotika,BNN: Ganja bikin bodoh bukan penyebab meninggal

BNN: Ganja bikin bodoh bukan penyebab meninggal

Ilustrasi - daun ganja. ANTARA/Shutterstock/am.

Jakarta (ANTARA) - Seseorang pengguna ganja tidak serta-merta meregang nyawa ketika menyalahgunakan bahan narkotika itu, tetapi berpotensi besar untuk menjadi bodoh, demikian disampaikan Kepala Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Pol. Mufti Djusnir.

"Dengan diikatnya gelembung oksigen oleh tetrahydrocannabinol THC (zat dalam ganja), sel otak menjadi mati. (Sel) yang mati tidak bisa diperbaiki dan hanya sisanya yang bisa dipakai. Kalau berkelanjutan memakai ganja, sel mati semakin banyak," ujar Mufti saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Mufti mengatakan otak manusia mempunyai gelembung udara yang berisi oksigen. Semakin banyak oksigen di dalam otak, seseorang akan semakin pintar. Begitupula sebaliknya.

Baca juga: BNN sebut Indonesia tak gunakan ganja untuk pengobatan

Pendapat senada juga diungkapkan ahli medis University of Pennsylvania Perelman School of Medicine Marcel Bonn-Miller.

Bonn-Miller, seperti dilansir laman WebMD, menyampaikan ganja dapat mengganggu kecerdasan intelektual dan fungsi mental remaja karena perkembangan otak pada rentang usia remaja masih terus berkembang.

Penggunaan ganja juga memiliki sederet efek negatif antara lain: depresi, halusinasi, detak jantung menjadi cepat, tekanan darah rendah, dan mempengaruhi penilaian serta koordinasi seseorang.

Baca juga: BNN tangkap tersangka terbesar di Kalimantan dengan 38kg sabu
Baca juga: Polisi tangkap Jefri Nichol bersama barang bukti ganja 6,01 gram
Baca juga: BNN ungkap modus peredaran sabu 38kg di Kalimantan

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar