Ribuan warga terserang ISPA akibat terpapar asap

id ispa,kabut asap,Ribuan warga terserang ISPA akibat terpapar asap, warga Kota Pekanbaru sudah terserang Infeksi saluran pernapasan akut

Warga melintas di jalan yang berkabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Dumai, Dumai. Riau, Sabtu (23/2/2019). Kabut asap pekat yang berasal dari karhutla menjadi ancaman besar bagi kesehatan warga Kota Dumai dan otoritas kesehatan setempat menemukan sebanyak 180 kasus per hari pada pasien yang terinfeksi saluran pernafasan atas (ISPA). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/foc.

Pekanbaru (ANTARA) - Sebanyak 1.136 warga Kota Pekanbaru sudah terserang Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) diduga akibat terpapar asap kebakaran lahan dan hutan di sejumlah wilayah di Riau.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru meminta seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat untuk siaga melayani warga yang terserang penyakit akibat dampak asap tersebut.

"Kami sudah kumpulkan seluruh kepala puskesmas di Kota Pekanbaru untuk memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat, baik itu balita, ibu hamil dan lansia yang terkena dampak kabut asap," kata Plt Kadiskes Pekanbaru Muhammad Amin, di Pekanbaru, Rabu.

Baca juga: Warga Sampit gunakan masker hadapi asap mulai menebal

Muhammad Amin, meminta petugas puskesmas untuk memaksimalkan pelayanan bagi warga yang terserang ISPA.

"Kami juga meminta agar penderita ISPA betul-betul tertangani dengan baik," ujarnya.

Menurut dia hingga Selasa (6/8) pagi, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengungkapkan setidaknya 1.136 warganya terserang infeksi saluran pernapasan dampak kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah kawasan di Riau. Lebih separuhnya dari mereka adalah usia produktif yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga: Musim kemarau pengaruhi kondisi kesehatan masyarakat di Buntok

Untuk itu, kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kota Pekanbaru diimbau untuk memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat yang terkena ISPA tersebut.

Bahkan, lanjut Muhammad Amin, Diskes juga sudah menghimbau kepada pihak petugas puskesmas, termasuk puskesmas rawat jalan, agar memanfaatkan ruang IGD untuk tempat evakuasi warga yang terkena ISPA.

"Walau kami belum terima laporan terkait pasien ISPA yang dirawat," ujarnya.

Selain itu, Muhammad Amin juga terus mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Kalau terpaksa ke luar rumah hendaknya menggunakan masker.

Baca juga: Warga Palangka Raya harus lebih waspada terhadap ISPA
Baca juga: Satgas Karhutla Kotim bagikan 4.000 masker cegah peningkatan ISPA
Baca juga: Perlunya antisipasi ISPA pada siswa akibat kabut asap

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar