Bidan di Kapuas diingatkan perkuat kebersamaan dan saling mendukung

id Bidan di Kapuas diingatkan perkuat kebersamaan dan saling mendukung,Kapuas,Ben Brahim

Ketua TP PKK Kapuas Ary Egahni, memotong kue ulang tahun ke-68 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Aula Kantor Bupati Kapuas, Selasa (14/8/2019). (Foto Dinas Kominfo Kapuas)

Kuala Kapuas (ANTARA) - Bidan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah diingatkan untuk menggalang persatuan dan persaudaraan antarsesama bidan serta saling mendukung dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

"Selain itu dapat membantu pemerintah dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta meningkatkan martabat dan kedudukan bidan dalam masyarakat," harap Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kapuas H Masrani di Kuala Kapuas, Selasa.

Harapan itu disampaikan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Bidan bersama kaum wanita memiliki peran penting dalam memperkokoh persatuan bangsa, membina pengetahuan dan keterampilan anggota dalam profesi kebidanan, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak serta kesejahteraan keluarga.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan arah dan landasan tersebut, maka diharapkan IBI terus berkembang dengan hasil-hasil perjuangannya yang semakin nyata dan telah dapat dirasakan manfaatnya baik masyarakat maupun pemerintah.

"Kami berharap, di usia ke- 68 ini IBI, khususnya di Kabupaten Kapuas semakin matang, profesional, bermartabat dan sejajar dengan organisasi profesi lainnya," tuturnya.
Peran bidan di masyarakat sangat dihargai dan dihormati karena tugasnya yang sangat mulia, memberi semangat, membesarkan hati dan mendampingi serta menolong ibu melahirkan sehingga dapat merawat bayinya dengan baik.

“Untuk itu sebagai seorang bidan, janganlah memilih-milih pasien miskin atau kaya karena tugas seorang bidan adalah membantu ibu, bukan mengejar materi. Bidan adalah manusia yang berhati mulia. Maka Tuhan Yang Maha Esa pasti akan mendahulukan kepentingan kita. Kapanpun apabila masyarakat membutuhkan, berikan pelayanan segera jangan menunda, memberikan pelayanan kesehatan masyarakat yang paling utama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kapuas Ary Egahni dalam sambutannya mengatakan, seorang perempuan memilih profesi seorang bidan bukan suatu kebetulan.

Apapun alasan yang melatarbelakanginya, seorang ibu sudah memilih menjadi seorang bidan yang mengabdi dengan ketulusan dan cinta kasih yang dapat seorang bidan berikan dengan luar biasa.

Langkah selanjutnya ketika sudah memilih menjadi seorang bidan, maka di lubuk hati yang paling dalam dengan tulus menyalurkan cinta kasih Tuhan itu kepada seorang ibu yang mengandung dan kepada anak yang dibantu untuk dilahirkan.

“Jangan kehilangan semangat karena bidan merupakan profesi yang mulia. Saya mau katakan bahwa bidan sangat berjasa karena dicatat oleh Tuhan Yang Maha Esa. Banggalah menjadi seorang bidan. Teruslah berkarya dan melayani karena di sanalah terpancar cinta kasih diantara kita sesama manusia tanpa membedakan warna,” ucap Ary Egahni.

Istri orang nomor satu di Kabupaten Kapuas ini, menekankan, bahwa melalui momentum HUT IBI ke- 68 itu dapat dijadikan sebagai momen yang berharga dan jangan dianggap sebagai ajang seremonial biasa.
Kegiatan ini menjadi salah satu jalan, sarana dan prasarana untuk kembali merapatkan barisan, bergandengan tangan, saling menstimulasi dan merangsang satu sama lain untuk terus bersemangat.

Selain itu, Ary pun berharap, bidan mampu melindungi hak kesehatan reproduksi, melatih pemberdayaan perempuan dan berharap adanya kerja sama yang baik karena PKK dan IBI punya program bersama yaitu bagaimana masyarakat Kabupaten Kapuas khususnya perempuan sehat secara reproduksi yaitu dengan pemeriksaan IVA.

“Pengetahuan ibu-ibu di Kabupaten Kapuas tidak semua baik, karena itu bidan punya tugas yang mulia untuk dapat memberi pengetahuan dengan baik, mengedukasi dengan baik dan memberi pemahaman agar semua ibu terutama ibu-ibu yang usia belum cukup matang menjadi seorang ibu, maka bidan yang ada di desa-desa benar-benar melakukan pendampingan,” demikian Ary Egahni.

Sebelum dirayakan HUT IBI ke-68, Pengurus Cabang IBI Kabupaten Kapuas melaksanakan kegiatan yaitu pelaksanaan upaya peningkatan pengetahuan tentang aspek legal pelayanan kebidanan dan audit maternal perinatal berjenjang serta bakti sosial pelayanan KB dan pemeriksaan IVA.

Acara puncak HUT IBI tersebut dihadiri 250 bidan yang tersebar di seluruh wilayah di daerah setempat, Wakil Ketua I Pengurus Daerah IBI Provinsi Kalteng Arainiati Manjat, Ketua Pengurus Cabang IBI Kabupaten Kapuas Danung Sri Wulandari beserta jajaran dan undangan.

Kegiatan dengan mengangkat tema “Bidan Melindungi Hak Kesehatan Reproduksi Melalui Pemberdayaan Perempuan dan Optimalisasi Pelayanan Kebidanan”. 

Peringatan HUT IBI bertujuan untuk menguatkan profesi dan organisasi dalam meningkatkan kualitas anggota IBI serta memantapkan IBI sebagai organisasi bidan yang handal.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar